Alasan Keamanan, Pelaku Sengaja Mengedarkan Ganja hanya di Dalam Kampus
Senin, 29 Juli 2019 - 14:55 WIB
Alasan Keamanan, Pelaku Sengaja Mengedarkan Ganja hanya di Dalam Kampus
A
A
A
JAKARTA - Polres Jakarta Barat mengungkap peredaran puluhan kilogram ganja di lingkungan kampus di Jakarta. Disinyalir, para pelaku sengaja memanfaatkan lingkungan kampus agar aksinya sulit terdeteksi.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengakui penggrebekan yang dilakukan pihaknya di lingkungan kampus bukanlah perkara mudah. Pandangan masyarakat yang melarang polisi masuk kampus membuat pihaknya kesulitan mengungkap jaringan ini.
Padahal, peredaran ganja di lingkungan kampus bukanlah hal yang tabu. Track record jaringan ini telah mengakar ke sejumlah mahasiswa.
Bahkan tercatat dalam dua bulan sejumlah ganja masuk ke Perguruan Tinggi di Jakarta. “Parahnya mereka tak ada rasa takut memakai ganja di taman di Kampus,” katanya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Senin (29/7/2019).
Karena itu, saat penggrebekan dilakukan, Erick mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak rektorat. Penggrebekan dan penangkapan dua pelaku dimonitoring langsung oleh pihak rektorat. "Hasilnya 11 kilogram ganja itu ditemukan di salah satu lemari di lingkungan kampus," tegasnya. (Baca: Simpan 11 Kg Ganja, Dua Mahasiswa Diciduk Polres Jakbar )
Meski demikian Erick tak merinci apakah ganja itu di taruh di bagian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau tidak. “Yang pasti ada dilingkungan kampus. Tak etis menyebutkan dimana tempatnya, apalagi nama kampusnya,” ucapnya.
Dari penggrebekan itu, satu dari dua pelaku yang diamankan pihaknya tengah mengkonsumsi ganja. Selinting ganja sisa pakai yang dilinting rokok kretek ikut diamankan polisi.
Termasuk saat transaksi jual beli. Erick mengatakan pelaku tak mau bertransaksi di luar kampus, dengan alasan keamanan. Hal ini membuat pembeli TBW terpaksa masuk kampus untuk mengambil barang.
“Ini tak berlaku hanya pada mahasiswa, tapi masyarakat umum yang mau membeli juga bisa. Asalkan ikuti aturan pelaku,” ucapnya.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengakui penggrebekan yang dilakukan pihaknya di lingkungan kampus bukanlah perkara mudah. Pandangan masyarakat yang melarang polisi masuk kampus membuat pihaknya kesulitan mengungkap jaringan ini.
Padahal, peredaran ganja di lingkungan kampus bukanlah hal yang tabu. Track record jaringan ini telah mengakar ke sejumlah mahasiswa.
Bahkan tercatat dalam dua bulan sejumlah ganja masuk ke Perguruan Tinggi di Jakarta. “Parahnya mereka tak ada rasa takut memakai ganja di taman di Kampus,” katanya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Senin (29/7/2019).
Karena itu, saat penggrebekan dilakukan, Erick mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak rektorat. Penggrebekan dan penangkapan dua pelaku dimonitoring langsung oleh pihak rektorat. "Hasilnya 11 kilogram ganja itu ditemukan di salah satu lemari di lingkungan kampus," tegasnya. (Baca: Simpan 11 Kg Ganja, Dua Mahasiswa Diciduk Polres Jakbar )
Meski demikian Erick tak merinci apakah ganja itu di taruh di bagian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau tidak. “Yang pasti ada dilingkungan kampus. Tak etis menyebutkan dimana tempatnya, apalagi nama kampusnya,” ucapnya.
Dari penggrebekan itu, satu dari dua pelaku yang diamankan pihaknya tengah mengkonsumsi ganja. Selinting ganja sisa pakai yang dilinting rokok kretek ikut diamankan polisi.
Termasuk saat transaksi jual beli. Erick mengatakan pelaku tak mau bertransaksi di luar kampus, dengan alasan keamanan. Hal ini membuat pembeli TBW terpaksa masuk kampus untuk mengambil barang.
“Ini tak berlaku hanya pada mahasiswa, tapi masyarakat umum yang mau membeli juga bisa. Asalkan ikuti aturan pelaku,” ucapnya.
(ysw)