Fahira Idris Minta Bukti Permukaan Tanah Jakarta Alami Penurunan

Kamis, 25 Juli 2019 - 21:06 WIB
Fahira Idris Minta Bukti...
Fahira Idris Minta Bukti Permukaan Tanah Jakarta Alami Penurunan
A A A
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, DKI Jakarta, Fahira Idris meminta pembuktian kepada pakar atas prediksi penurunan permukaan tanah di Jakarta. Data yang menyebutkan tiap tahunnya Jakarta alami penurunan permukaan tanah harus dikaji lebih lanjut agar masyarakat dapat melihat secara rinci.

"Itu kan perlu kajian lebih lanjut. Kalau saya lihat kajiannya seperti apa, penurunannya seperti apa, belum ditayangkan ke masyarakat. Masyarakat belum terlalu percaya juga dengan hal itu," ungkap Fahira Idris ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Berdasarkan catatan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), Jakarta mengalami penurunan muka tanah 5 - 12 cm per tahun. Jika hal ini dibiarkan, Jakarta akan semakin rentan terkena bencana banjir yang disebabkan pasangnya air laut.

Selain itu, pakar penurunan tanah dari Institut Teknologi Bandung, Profesor Heri Andreas menyebutkan, penurunan permukaan air di Jakarta juga akan mengakibatkan bencana lain, yakni adanya indikasi kota Jakarta tenggelam lebih cepat dibandingkan kota-kota lain di dunia.( Baca: 2050 Jakarta Diprediksi Tenggelam, DKI Diminta Batasi Penggunaan Air Tanah )

"Ini bencana. Jika kita mengambil air tanah, tanah menjadi padat, jadi yang di atas menjadi lebih rendah dan lebih rendah.Beberapa bagian di Jakarta sudah tenggelam sekitar empat meter sekarang dan di masa depan mungkin kita dapat mendapati dua atau tiga meter lagi," paparnya.

Salah satu alasan pemerintah Indonesia hendak memindahkan Ibu Kota Negara ke daerah lain ditengarai untuk menghindari penurunan muka tanah karena terus bertambahnya bangunan-bangunan tinggi di Jakarta yang memicu penurunan muka tanah. Selain itu gedung-gedung tinggi di Jakata disinyalir banyak menggunakan air tanah tanpa ada kontrol dari Pemprov DKI.

Fairah menegaskan, untuk memindahkan Ibu Kota diperlukan pertimbangan matang, karena akan mengeluarkan dana besar. Dia menyatakan ketegasan bahwa DPD DKI bakal terus menyuarakan penolakan pemindahan Ibu Kota meski tak semua sepakat mengenai hal tersebut.( Baca: Jakarta Bakal Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Mana Pun di Dunia )

"Kita selalu menyuarakan bahwa kita tidak setuju (pemindahan Ibu Kota) tapi permasalahannya DPD itu kan jumlahnya 136 orang nantinya kalau dilantik. Jadi suara kami ini belum tentu mewakili suara DPD secara bulat setuju atau tidak setuju. Saya mau selidiki dulu berapa persen yang setuju," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Jakarta Terancam Tenggelam...
Jakarta Terancam Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pengamat: Hentikan Pengambilan Air Tanah
Jakarta Terancam Tenggelam...
Jakarta Terancam Tenggelam 2050, Kent: Pemprov DKI Harus Tegas pada Pelanggar Pengambilan Air Tanah
Jakarta Terancam Tenggelam,...
Jakarta Terancam Tenggelam, Anies Unggah Momen Diskusi Bersama Wali Kota London Bahas Krisis Iklim
3 Wilayah di Jakarta...
3 Wilayah di Jakarta Utara Terancam Tenggelam pada 2050
Biden Peringatkan Jakarta...
Biden Peringatkan Jakarta Terancam Tenggelam dalam 10 Tahun Mendatang
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
10 menit yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
6 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
8 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
8 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
8 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved