Semakin Berprestasi, Ada 'Operasi Serangan' di Medsos Terhadap Anies

Senin, 22 Juli 2019 - 14:13 WIB
Semakin Berprestasi,...
Semakin Berprestasi, Ada 'Operasi Serangan' di Medsos Terhadap Anies
A A A
JAKARTA - Seiring rentetan penghargaan dan prestasi yang diraih Pemprov DKI Jakarta, ‘serangan terbuka’ berupa cacian bahkan fitnah terutama di media sosial kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin intensif.

Seperti sebuah ‘operasi’, cacian dan fitnah terhadap Anies bercorak dan beritme sama yaitu mendegradasi berbagai capaian yang diraih Jakarta dan berbagai program pembangunan yang mulai dirasakan warga ibu kota.

Fenomena serangan terhadap Anies ini juga menjadi perhatian Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris. Menurut Fahira, intensitas ‘serangan’ terhadap Anies biasanya meningkat di saat-saat Gubernur DKI Jakarta ini membuat terobosan baru atau saat Pemprov mendapat prestasi atau capaian. ( Baca: Pemprov DKI Raih 2 Penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik )

“Amatan saya, semakin sering Pemprov DKI membuat terobosan atau mendapat apresiasi, serangan akan semakin intensif,” tukas Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (22/7/2019).

Sebenarnya, lanjut Fahira, jika isu yang jadi tema kritikan atau ajang cacian kepada Anies substanstif, tidak masalah. Namun, sering sekali yang jadi ‘peluru’ hal-hal tidak penting.

"Sudah tidak penting dilebarkan kemana-mana yang mengarah kepada serangan personal dan pembunuhan karakter serta dikait-kaitkan dengan isu SARA," ujarnya.

Fahira menyontohkan soal instalasi bambu Getah Getih di Bundaran HI yang dipajang guna kepentingan Asian Games 2018, itu menjadi ‘peluru’ untuk menyerang Anies saat memang waktunya harus dibongkar. ( Baca juga: Dapat Penghargaan Peduli Anak dari KPAI, Anies Sebut Hadiah Pemprov DKI )

Saat semua terklarifikasi termasuk pendanaan yang merupakan bantuan dari 10 BUMD DKI, kini pesan dari hadirnya instalasi seni berbahan bambu, bukan bahan lain misalnya baja menaikkan potensi ekonomi bambu dan memberdayakan petani dan seniman bambu malah dibelokkan ke soal-soal lain yang sama sekali tidak substantif, mengada-ngada, serta tidak masuk akal.

“Kita kebanjiran baja impor asal Tiongkok itu fakta. Kenapa tidak terima dan malah membelokkan fakta ini menjadi sentimen ras," katanya.

Fahira menyayangkan, kalau terminologi Tiongkok saja mereka tidak paham bagaimana mau menjadi pengkritik yang cerdas. "Jika paradigma berpikir mereka terus seperti ini, bisa gawat negeri ini,” papar Fahira.

Di negara demokrasi, lanjut Fahira, konsekuensi menjadi seorang pemimpin adalah harus siap dikritik, dihujat, dicaci, bahkan difitnah. Rentetan prestasi tidak akan menjamin seorang pemimpin mendapat pujian apalagi pengakuan, malah mungkin semakin berprestasi, serangan akan semakin menjadi."Ini karena, di era kemajuan teknologi informasi saat ini sangat mudah membalikkan fakta. Ada pemimpin yang biasa-biasa saja, tetapi karena dukungan publikasi ditampilkan seperti dewa tanpa cela," katanya.
Demikian juga sebaliknya, ada pemimpin berprestasi dan hasil kerjanya dirasakan rakyat, tetapi dibonsai menjadi tidak bisa apa-apa karena prestasinya ditutupi oleh isu-isu tidak substansi yang dihembuskan dengan masif dan rapi.
(ysw)
Berita Terkait
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Anies Ganti 2 Wali Kota...
Anies Ganti 2 Wali Kota dan 5 Pejabat Pemprov DKI, Berikut Nama-namanya
Dua Wajah Anies di Pusaran...
Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi
Anies Baswedan Dapat...
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Lagi, Pemprov DKI Raih Top Digital Awards 2020
Berhasil Dapat WTP Selama...
Berhasil Dapat WTP Selama Pimpin Jakarta, Anies Apresiasi Jajarannya
Gubernur Anies Dikabarkan...
Gubernur Anies Dikabarkan Sakit Parah, Begini Kata Wakilnya Riza Patria
Berita Terkini
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
9 menit yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
1 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
1 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
3 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
3 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved