Dipenuhi Limbah, Sungai Cileungsi Kembali Hitam Pekat dan Menyengat

Sabtu, 20 Juli 2019 - 17:05 WIB
Dipenuhi Limbah, Sungai...
Dipenuhi Limbah, Sungai Cileungsi Kembali Hitam Pekat dan Menyengat
A A A
BOGOR - Beberapa hari ini Sungai Cileungsi untuk kesekian kalinya kembali berwarna hitam pekat dengan bau menyengat. Diduga penyebab menghitam dan baunya air sungai karena buangan limbah industri dan domestik ke badan sungai Cileungsi.

Kontan, kondisi ini dikeluhkan warga sekitar bantaran sungai. “Semalam baunya begitu menyengat dan pagi ini sedikit mereda,” keluh Lisa, warga Villa Nusa Indah 5 yang lokasi rumahnya tak jauh dari bibir Sungai Cileungsi, tepatnya di seputar kawasan Curug Parigi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/7/19).

Dari pantauan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, yang turun langsung ke bibir sungai pagi tadi, diakuinya bahwa sungai benar-benar berwarna hitam. “Hitam pekat dan baunya menyengat, sampai saya harus memakai masker,” tandas Puarman seraya menunjukkan pekatnya air sungai yang baru saja diambilnya dan dimasukkan ke dalam gelas air mineral.

Melalui pesan berantai media sosial, termasuk WhattApps, warga memviralkan kondisi tersebut dan sekaligus melaporkan ke KP2C. “Atas aduan warga, saya mengecek langsung ke lokasi, di antaranya ke Jembatan Cikuda Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan wilayah Curug Parigi di Vila Nusa Indah 5, perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi,” jelas Puarman.

Menurut Puarman, ada warga yang rumahnya berada sekitar 100 m dari bibir sungai Cileungsi merasakan bau yang menyengat dan menyesakkan dada jika pagi hari.

“Istrinya yang sedang hamil muntah-muntah ga tahan bau sungai. Bahkan tiap pagi diungsikan ke rumah mertuanya untuk menghindari bau,” tandasnya.

Begitupun warga di Curug Parigi merasakan hal yang sama. Apalagi kejadian ini selalu terjadi setiap tahun saat debit Sungai Cileungsi mengecil karena musim kemarau.

Walau belum separah tahun 2019, namun kondisi buruk bagi kesehatan ini bisa jadi akan meningkat karena sesuai prediksi BMKG musim kemarau bisa berlanjut hingga Oktober 2019.

KP2C mengakui sejak akhir tahun 2018 pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi pencemaran sungai Cileungsi. Tapi, kata Puarman, masih perlu langkah lebih tegas dan keras lagi terhadap oknum yang membuang limbah ke sungai.
(thm)
Berita Terkait
Lima Sungai yang Paling...
Lima Sungai yang Paling Tercemar di Dunia
Sungai Tercemar Zat...
Sungai Tercemar Zat Besi, Buaya di Nepal Kulitnya Jadi Berkarat
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Aliran Sungai Cileungsi...
Aliran Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Pabrik
Sungai Jaletreng Berwarna...
Sungai Jaletreng Berwarna Coklat, DLH: Hasil Uji Lab Masih Kategori Aman
Aksi Warga Lawan Pencemaran...
Aksi Warga Lawan Pencemaran Limbah Pabrik
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
16 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
28 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
29 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved