Keluarga Korban Pelecehan Seksual di JIS Sesalkan Grasi Neil Bantleman

Sabtu, 20 Juli 2019 - 03:17 WIB
Keluarga Korban Pelecehan...
Keluarga Korban Pelecehan Seksual di JIS Sesalkan Grasi Neil Bantleman
A A A
JAKARTA - Keluarga korban pelecehan seksual di Jakarta International School atau Jakarta Intercultural School (JIS) menyesalkan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Neil Bantleman.

Pasalnya, mantan guru JIS yang juga terpidana kasus ini telah pulang ke negaranya di Kanada dan meninggalkan gugatan sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami memang tidak diberitahu, sehingga kami juga kaget ketika mendengar kabar tersebut," kata Kuasa Hukum Korban, Tommy Sihotang di Jakarta, Jumat 19 Juli 2019.

Dia melanjutkan, Neil dan beberapa terpidana lainnya telah terbukti melakukan kejahatan paedophilia terhadap muridnya. Sehingga, kata dia, kejahatan yang dilakuian adalah kejahatan yang cukup serius.

"Korban sampai sekarang masih trauma dan masih menjalani pengobatan di psikater dan psikolog," ujarnya. (Baca juga: Dapat Grasi, Terpidana Kasus Asusila di JIS Bebas dari Penjara )

Karena perlakuan yang dilakukan oleh Neil hingga saat ini masih membekas dan menjadi trauma tersendiri terhadap korban. Oleh karena itu, pihak keluarga merasa kecewa dan sedih.

"Selarang usia korban masih 11 tahun, bisa dibayangkan sudah beberapa tahun saja korban masih trauma," tegasnya. (Baca juga: Neil Bebas, MaPPI Minta Terpidana Kasus JIS Dapat Grasi Semua )

Atas dasar itu, pihak keluarga korban selaku yang sangat dirugikan atas kebijakan tersebut meminta kepada Presiden Jokowi untuk meminta perlindungan hukum. (Baca juga: LPSK Sayangkan Pemberian Grasi bagi Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Anak )

"Jadi kami meminta kepada pemerintah untuk bisa melakukan sesuatu untuk membantu keluarga korban. Salah satunya adalah memediasi antara keluarga korban dengan pihak JIS yang memperkerjakan Neil untuk menyelesaikan segala kewajibannya termasuk gugatan di PN Jaksel," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kejahatan Seksual
Kejahatan Seksual
Kenali Sex Grooming...
Kenali Sex Grooming dan Modusnya, Jangan Malah Jadi Korban
Lima Negara yang Menerapkan...
Lima Negara yang Menerapkan Hukuman Kebiri
Dugaan Kasus Kejahatan...
Dugaan Kasus Kejahatan Seksual Terjadi di Sebuah SMA
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Benjamin Mendy Ketakutan...
Benjamin Mendy Ketakutan di Penjara dengan Pelaku Kejahatan Seksual
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
1 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
2 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
2 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
3 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved