Tradisi Gasdeso di Blora, Warga Kirab Gunungan Hasil Bumi

Kamis, 18 Juli 2019 - 08:17 WIB
Tradisi Gasdeso di Blora,...
Tradisi Gasdeso di Blora, Warga Kirab Gunungan Hasil Bumi
A A A
BLORA - Tradisi Gasdeso atau sedekah bumi, biasa dilaksanakan warga pedesaan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Bulan Selo dalam kalender Jawa atau satu bulan setelah Syawal dalam kalender Hijriyah. Selama satu bulan ini, setiap desa menggelar tradisi gasdeso sesuai pasarannya masing-masing.

Pada Rabu Pon 17 Juli 2019, tradisi gasdeso digelar masyarakat Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Untuk memeriahkan acara tersebut, sejumlah persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Para lelaki menyiapkan “ancak” atau tempat untuk menata gunungan hasil bumi, sedangkan para wanita sibuk memasak aneka jajanan tradisional.

Sejak pagi, setiap RT se-Desa Bogorejo mengisi ancak masing-masing dengan beragam hasil bumi, mulai sayuran, buah-buahan, hingga sego bumbu (nasi urapan) yang dibungkus daun jati. Semuanya ditata sedemikian rupa hingga membentuk gunungan yang indah.

Jelang tengah hari, ancak gunungan dari setiap RT dikumpulkan di halaman Kantor Desa dan selanjutnya dikirab menyusuri jalan raya menuju Pasar Desa Bogorejo. Dengan cara digotong beramai-ramai, seluruh ancak diarak dengan pertunjukan Seni Barongan. Ribuan masyarakat ikut memeriahkan prosesni ini.

Setibanya di halaman Pasar Desa Bogorejo, seluruh ancak gunungan diturunkan di dekat Pohon Bogo yang dipercaya sebagai cikal bakal nama Desa Bogorejo. Disinilah seluruh ancak gunungan yang berisi beragam hasil bumi dan makanan dibagi kepada seluruh masyarakat yang hadir.

Pembagian inilah yang ditunggu-tunggu oleh ribuan warga. Tidak hanya warga Desa Bogorejo, penduduk dari berbagai desa sekitar juga ikut bergabung untuk ambil bagian dalam tradisi ini. Tak sabar mendapat giliran mengambil isi ancak gunungan, warga pun langsung berebut beramai-ramai.

Meskipun rebutan dan berdesak-desakan, tidak ada gesekan yang berujung pertengkaran. Semuanya berlangsung dengan aman dan saling menghormati. Momentum inilah yang menjadi daya tarik tradisi gasdeso di Desa Bogorejo.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Bogorejo, Suprapto, menerangkan bahwa tradisi gasdeso ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan kesuburan tanah, rejeki dan kesehatan kepada seluruh warga.

“Rasa syukur itu diwujudkan dengan sedekah hasil bumi dan makanan yang disusun dalam ancak tadi dan dibagikan di dekat wit (pohon) Bogo yang ada di depan Pasar Bogorejo. Selain rasa syukur, tradisi ini juga mencerminkan kerukunan dan gotong royong yang kuat di pedesaan,” ucap Suprapto.

Selain kirab ancak gunungan dan iringan Seni Barongan, tradisi gasdeso ini juga dimeriahkan dengan pentas wayang kulit yang juga dihelat di halaman Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap ke depan tradisi gasdeso atau sedekah bumi ini bisa dikemas lebih menarik lagi sehingga dapat menjadi daya tarik wisata budaya di Desa Bogorejo. Ini saja sudah banyak pedagang kaki lima yang berjualan, berburu rezeki dalam tradisi ini. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” tandasnya.

Salah satu warga Desa Bogorejo, Sumaryati mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti prosesi kirab ancak gunungan dari Kantor Desa Bogorejo menuju Pasar Desa Bogorejo. Menurutnya ini merupakan acara tahunan yang menarik.

“Tadi ikut berebut ancak gunungan, ini dapat sego bumbu beberapa bungkus, lalu ada bawang merah, kacang, jagung, terong, tomat dan lainnya. Kalau dapat banyak insyaallah nanti rejekinya juga akan banyak. Oleh sebab itu tadi berebut semuanya,” kata Sumaryati.

Untuk diketahui, nama Desa Bogorejo menurut masyarakat setempat berasal dari nama pohon Bogo yang berada di depan Pasar Desa. Kini pohon Bogo ini menyatu dengan pohon Tanjung. Sebelumnya kawasan pedesaan ini bernama Bodhok.

Desa yang berada di jalur utama penghubung Jepon-Jatirogo, sekaligus pusat pemerintahan Kecamatan Bogorejo ini merupakan penghasil bawang merah unggulan di Kabupaten Blora. Guna menegaskan identitasnya sebagai penghasil bawang merah, di depan Pasar Bogorejo sejak puluhan tahun lalu dibangun Tugu Bawang Merah.
(wib)
Berita Terkait
Digelar di Kota La Paz,...
Digelar di Kota La Paz, Bolivia, Pameran Budaya Mahasiswa Menarik Perhatian
Tradisi Munggahan Abaikan...
Tradisi Munggahan Abaikan PSBB, Aa Umbara Ancam Tutup Pasar Tradisional
Dampak Covid-19, Salam...
Dampak Covid-19, Salam Tradisional Prancis Terancam Hilang Selamanya
Intip Persiapan Masyarakat...
Intip Persiapan Masyarakat Arab Saudi Jelang Idul Fitri, Pasar Tradisional Dipadati Pembeli
Tak Ingin Budaya Tawar-Menawar...
Tak Ingin Budaya Tawar-Menawar Hilang di Pasar, Anies Minta Orang Tua Ajak Anak-anak saat Belanja
7 Tradisi Unik Menyambut...
7 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah, Ada yang Terjaga sejak Abad ke-14
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
10 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
13 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
14 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
14 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
15 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved