11 Wilayah di Ibu Kota Masuk Kategori Berat Hari Tanpa Hujan

Selasa, 09 Juli 2019 - 20:53 WIB
11 Wilayah di Ibu Kota...
11 Wilayah di Ibu Kota Masuk Kategori Berat Hari Tanpa Hujan
A A A
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan memasuki musim kemarau Ibu Kota masuk dalam kategori menengah tak turun hujan sekitar 11-20 hari. Hal ini berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Unit Pengelola Tekhnis (UPT) Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, M Ridwan menjelaskan, berdasarkan data dari BMKG itu ada hari tanpa hujan, ada kategori sangat pendek yang durasinya satu sampai lima hari tidak hujan lantaran kemarau saat ini maju pada Mei dari biasanya April. Menurutnya, kategori tersebut tidak terjadi di Jakarta.

Jakarta, lanjut Ridwan, adanya di kategori menengah yaitu sekitar 11 sampai 20 hari tidak turun hujan. Wilayahnya meliputi, Cengkareng, Jakarta Barat; Ciganjur, Kedoya Selatan, Lebak Bulus, Manggarai, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Untuk Jakarta Pusat ada di Cideng serta Karet. Sedangkan di Jakarta Timur ada di Halim. "Hari tanpa hujan kategori berat atau panjang dari 21 sampai 30 hari itu ada di Kembangan, Pakubuwono, Pulogadung, Setiabudi, Tanjung Priok, Kemayoran, Sunter, Tanjungan, Teluk Gong, Tomang Barat dan Waduk Melati," kata Ridwan pada wartawan Selasa (9/7/2019).

Ridwan menuturkan, untuk mengantisipasi kekeringan atau hari tanpa hujan di Jakarta, pihaknya saat ini tengah melakukan monitoring ke wilayah atau kata lain mencari informasi wilayah yang terdampak musim kemarau. "Kalau ada informasi terkait kemarau bisa menelpon ke siaga Jakarta 112 di BPBD call center kami. Nanti kita akan koordinasikan ke semua dinas terkait. Kami juga sudah memantau PAM Jaya, Palyja , Aetra, Dinas Tata air untuk memantau semua ketersediaan air. Alhamdulillah belum ada dampak," tuturnya.

Ridwan melanjutkan, BPBD saat ini masih melakukan koordinasi pertama dengan PDAM beserta kedua operatornya, PT PALYJA dan Aetra. Termasuk dinas-dinas terkait dan kelurahan jika terjadi ada dampak dari kekeringan.( Baca: PAM Jaya Siagakan 26 Mobil Tangki Air Bersih Antisipasi Kekeringan )

Ridwan juga menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penyakit yang mungkin terjadi akibat musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga tiga bulan ke depan. "Seperti ISPA, batuk, pilek, diare, penyakit mata dan kulit kering itu mungkin saja penyakit penyerta ketika kemarau. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada tanah dampak kemarau bisa juga bahaya kebakaran karena kekeringan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Warga Jakarta Diimbau...
Warga Jakarta Diimbau Waspada Hadapi Musim Kemarau
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
3 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
4 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
4 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
5 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
5 jam yang lalu
Infografis
40 Hari Tanpa Sinar...
40 Hari Tanpa Sinar Matahari, Ini Kota Paling Gelap di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved