Puluhan Orangtua Mengadu ke Kades karena Anak Tak Diterima di Sekolah Negeri

Senin, 08 Juli 2019 - 22:39 WIB
Puluhan Orangtua Mengadu...
Puluhan Orangtua Mengadu ke Kades karena Anak Tak Diterima di Sekolah Negeri
A A A
BANDUNG BARAT - Puluhan orang tua siswa warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendatangi kantor desa, Senin (8/7/2019) sore. Mereka mengadu karena anak mereka tidak diterima di SMP Negeri 3 Ngamprah, padahal jarak sekolah dan rumah dekat.

Seorang warga Rasmana (58) mengaku tidak mengerti kenapa anaknya lulusan SD Sukamaju tidak diterima di SMP Negeri 3. Padahal pada saat pendaftaran dirinya menerima berkas bahwa jarak rumahnya ke sekolah hanya 720 meter (m). Namun saat pengumuman dirinya mendapatkan penjelasan jika rumahnya berjarak 1.100 m dari sekolah sehingga tidak masuk zonasi.

"Saya tidak ngotot, hanya pengen tahu dan minta penjelasan kenapa pada saat pendaftaran jarak rumah disebut 720 m tapi ketika pengumuman jadi 1.100 m. Padahal ada tetangga yang rumahnya lebih jauh dari saya anaknya justru diterima," kata warga Kampung Simpati Sumur Bor, RT 04/05, Cilame ini.

Warga lainnya mengaku, dia sengaja mendaftar ke SMP Negeri 3 Ngamprah karena dari google map ke sanalah jarak terdekat dibandingkan ke SMP Negeri 1 Ngamprah. Tapi ternyata dari hasil pengumuman anaknya tidak diterima dengan alasan tidak masuk zonasi karena jarak sekolah ke rumah mencapai 1.050 m. Kondisi ini yang membuatnya khawatir karena kalau harus daftar ke sekolah swasta, mesti menyiapkan uang Rp4-5 juta untuk masuknya saja, belum termasuk biaya bulanan.

"Anak saya tidak diterima (SMP Negeri 3 Ngamprah). Makanya ini saya jadi bingung anak mau sekolah ke mana, karena kalau ke swasta biayanya mahal," kata warga Kompleks Cilame Indah yang minta namanya tidak disebutkan.

Pj Kepala Desa Cimale, Jaka Permana didampingi Ketua LPMD, Asep Jabar menyebutkan, pihak desa tidak bisa melakukan intervensi terkait adanya puluhan calon siswa yang tidak diterima di SMP Negeri 3 Ngamprah. Meskipun begitu pihaknya tetap menampung aspirasi warga dan mencari solusi yang terbaik, agar para anak didik tersebut tetap bisa sekolah. Kondisi ini pun tidak hanya menimpa warga Cilame tapi juga warga Desa Tanimulya.

"Soal ini kan sebenarnya ranahnya Dinas Pendidikan, desa tidak bisa intervensi. Dari hasil pendataan ada sekitar 87 calon siswa asal Desa Cilame yang tidak bisa diterima di SMP Negeri 3 Ngamprah, karena kuota yang diterima hanya 288 siswa untuk 9 lokal, sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 500 siswa," terangnya.

Pihaknya akan coba mengomunikasikan hal ini dengan pihak sekolah apakah masih ada penambahan kuota atau tidak. Jika tidak maka pihaknya memberikan alternatif agar calon siswa yang tidak diterima mendaftar ke SMP Negeri 4 Ngamprah di Desa Pakuhaji.

"Kami coba yang terbaik asalkan warga ini bisa menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Untuk jangka panjangnya, ada usulan agar ke depan dibuat sekolah baru SMP Negeri 5 Ngamprah, yang loksinya masih di Desa Cilame agar ketika sistem zonasi diberlakukan warga Cilame bisa terakomodir," pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
Kabar Gembira Bagi Orang...
Kabar Gembira Bagi Orang Tua, SDH Sentul Buka Pendaftaran Siswa Baru Tahun 2025/2026
Pemerintah Didesak Evaluasi...
Pemerintah Didesak Evaluasi Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru
4 Jalur PPDB 2024 untuk...
4 Jalur PPDB 2024 untuk Siswa SD, SMP, SMA, dan SMK, Calon Siswa Perlu Tahu
Penerimaan Siswa Baru,...
Penerimaan Siswa Baru, Labschool UNJ Sediakan Dua Jalurok
PPDB SD Segera Dibuka,...
PPDB SD Segera Dibuka, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar
Daya Tampung SMA/SMK/SLB...
Daya Tampung SMA/SMK/SLB Negeri di Jabar Hanya 41,5 Persen
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
2 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
2 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
2 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
3 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
3 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
4 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved