Nagari Bonjol Butuh Lahan untuk Produksi Pangan

Senin, 08 Juli 2019 - 19:35 WIB
Nagari Bonjol Butuh...
Nagari Bonjol Butuh Lahan untuk Produksi Pangan
A A A
DHARMASRAYA - Bupati Dharmasraya Sutan Riska menginstruksikan kepada Dinas Pertanian di Nagari Bonjol agar melaksanakan cetak sawah. Sebagai nagari dengan dominasi perkebunan, Nagari Bonjol membutuhkan lahan usaha untuk memproduksi pangan, utamanya beras. Itulah sebabnya, Bupati Dharmasraya yang merupakan Bupati termuda Indonesia itu memandang sangat penting mencetak sawah di Nagari Bonjol.

Selain untuk membantu masyarakat Nagari Bonjol memproduksi bahan pangan sendiri, cetak sawah di nagari itu, sambung Sutan Riska, dimaksudkan agar ke depan Bonjol memiliki kontribusi terhadap posisi Kabupaten Dharmasraya sebagai lumbung pangan Sumatera Barat.

"Kita ciptakan ketahanan pangan Nagari Bonjol dan nantinya akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan kabupaten, regional dan nasional," sebut Bupati Sutan Riska saat berkunjung ke Nagari Bonjol belum lama ini.

Bupati Sutan Riska berada di Nagari Bonjol dalam kunjungan kerja sehari guna memantau kegiatan pembangunan. Didampingi Kepala Dinas Pertanian Darisman, Kepala Dinas PUPR Junaedi Yunus, Ketua Baznas H. Abdul Gani dalam kesempatan tersebut Bupati dan rombongan menerimasyarakat laporan bahwa mereka membutuhkan lahan sawah untuk usaha tanaman pangan. "Biar ndak beli beras lagi Pak Bupati," kata seorang tokoh Nagari Bonjol.

Instruksi Bupati Sutan Riska agar Dinas Pertanian segera merespons permintaan warga Bonjol, Kepala Dinas Pertanian Darisman menyatakan kesanggupannya. Bahkan untuk tahun ini, Dinas Pertanian akan melaksanakan cetak sawah di Nagari Bonjol seluas 33 hektare. Luasan tersebut disesuaikan dengan potensi lahan di nagari itu, serta kemampuan irigasi untuk mengairinya.

Menurut Darisman, instruksi Bupati Sutan Riska akan ditindaklanjuti segera. "Saya minta Pak Wali segera melayangkan surat dan kami akan memprosesnya. In syaa Allah segera kita wujudkan, supaya warga kita di Bonjol ini bisa menghasilkan tanaman pangan, utamanya padi sawah. Dengan demikian warga tidak lagi memikirkan membeli beras," terang Darisman.

Nagari Bonjol merupakan satu dari sejumlah nagari yang minim sawah. Nagarinya didominasi perkebunan karet dan kelapa sawit. Meskipun warganya punya pendapatan lumayan baik, namun mereka akan kesulitan bahan pangan jika ada bencana dan lain sebagainya.

Itulah sebabnya, instruksi cetak sawah di Nagari Bonjol akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam rangka membangun ketahanan pangan dan mensejahterakan rakyat.
(alf)
Berita Terkait
Sumatera Barat Tunggu...
Sumatera Barat Tunggu Persetujuan PSBB
Potret Aksi Kemanusian...
Potret Aksi Kemanusian Korban Banjir Sumatera
Jalur Rute Kereta Api...
Jalur Rute Kereta Api Sumatera, Terpanjang di Sumatera Barat
Banjir Luapan Sungai...
Banjir Luapan Sungai Batang Sinamar di Sumbar
Sumatera Barat Masih...
Sumatera Barat Masih Tunggu Persetujuan PSBB
Wagub Sumatera Barat...
Wagub Sumatera Barat Sambangi Pasar Syariah
Berita Terkini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketua Umum PBNU
9 menit yang lalu
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
9 menit yang lalu
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
8 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
10 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
10 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
12 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved