Pengembangan Pulau Bintan Semakin Ditingkatkan

Minggu, 07 Juli 2019 - 23:22 WIB
Pengembangan Pulau Bintan...
Pengembangan Pulau Bintan Semakin Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Pengembangan sektor pariwisata serta pelabuhan transhipment di Pulau Bintan, Kepulauan Riau akan semakin ditingkatkan.

Kepastian itu muncul dari pihak swasta yang berkomitmen mengembangkan Pulau Bintan.

"Ini adalah panggilan moral sebagai anak daerah untuk ikut berkontribusi membangun negeri. Sehingga roda perekonomian bisa bergerak dan kesempatan lapangan kerja untuk anak-anak terbuka luas,” ujarnya CEO Takke Group, Laurence M Takke dalam keterangan tertulis, Minggu (7/7/2019).

Niatan itu juga sudah dia sampaikan saat bertemu dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Laurance mengaku sudah malang melintang membangun jaringan bisnis properti di ibu kota Jakarta bersama menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution.

Namun, menurutnya mafia tanah masih menjadi momok menakutkan dalam dunia investasi di Pulau Bintan.

“Saya mengalaminya sendiri di Pulau Bintan. Saya punya tanah yang sudah memiliki sertifikat hak milik yang diterbitkan tahun 1993-1999. Tiba-tiba diakui orang lain sebagai miliknya berdasarkan surat tanah yang diterbitkan oleh Camat dan Kantor Pertanahan tahun 2004 dan tahun 2013,” sebutnya.

Laurence mengibaratkan, persoalan mafia tanah di daerah, khususnya di Pulau Bintan, sudah berada pada stadium yang kronis. Bahkan dalam satu bidang tanah bisa terdapat tiga atau empat surat tanah, baik berupa alas hak atau surat keterangan riwayat kepemilikan tanah maupun sertifikat.

“Mafia tanah ini, diduga memiliki jaringan antara pihak swasta dengan oknum di kantor pertanahan hingga aparatur pemerintah,” katanya.

Kepala (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyambut baik, dan mendukung rencana Takke Group tersebut.

“Kita dukung. Apalagi investasi yang akan dikembangkan dapat menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja di daerah,” tegas Moeldoko.

Menanggapi persoalan mafia tanah yang dilaporkan menjadi hambatan Takke Group dalam pengembangan investasi di Pulau Bintan, Moeldoko meminta aparat penegak hukum menanganinya secara serius.

“Tanah adalah elemen terpenting dalam investasi. Jika tidak diamankan, bagaimana investasi dan ekonomi bisa tumbuh dan berkembang? Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus menanganinya secara serius,” tandasnya.
(shf)
Berita Terkait
Lewat Gerakan BISA,...
Lewat Gerakan BISA, Bintan Optimalkan Desa Wisata di Era New Normal
KPK Periksa Pejabat...
KPK Periksa Pejabat Pemkab Bintan Terkait Korupsi Pengaturan Barang Cukai
KPK Ungkap Bupati Bintan...
KPK Ungkap Bupati Bintan Terima Suap untuk Atur Kuota Rokok dan Minol
Kemenparekraf Gulirkan...
Kemenparekraf Gulirkan Gerakan BISA di Kabupaten Karimun
Banjir Hantam 9 Kecamatan...
Banjir Hantam 9 Kecamatan di Kabupaten Bintan, Ratusan Warga Dievakuasi
Finalisasi Konsep Travel...
Finalisasi Konsep Travel Corridor, Pariwisata di Nongsa dan Bintan Lagoi Akan Dibuka April 2021
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
11 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
21 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
31 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved