PDIP Sebut Gerindra Berpeluang Ajukan Nama Cawagub DKI
Senin, 01 Juli 2019 - 22:07 WIB
PDIP Sebut Gerindra Berpeluang Ajukan Nama Cawagub DKI
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Wiliam Yani mengatakan, masih ada kemungkinan dua nama calon wakil gubernur (wagub) yang saat ini mencuat tergeser dari daftar kandidat orang nomor 2 di Jakarta.
Menurut legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, hal tersebut bisa terjadi apabila paripurna pemilihan yang berlangsung di DPRD DKI Jakarta tidak dihadiri oleh 2/3 anggota dewan. Bahkan, dia menambahkan, Partai Gerindra mempunyai kesempatan untuk mengusungkan calon baru.
"Paripurna itu, minimal yang hadir harus 2/3 (anggota dewan) yang setuju. Jadi harus setengahnya plus satu. Bisa, bisa saja dari Gerindra. Bisa ganti calon," kata Wiliam saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).
Dia juga mengusulkan calon wagub DKI Jakarta diambil dari anggota DPRD DKI Jakarta. Sebab, selain menguasai soal Jakarta anggota DPRD DKI Jakarta sendiri dinilai bisa mengikuti ritme Anies Baswedan untuk memimpin ibu kota.
Namun sebagai catatan, usulan tersebut diajukan apabila kedua calon yang sudah diusulkan saat ini tak terpilih dalam paripurna yang digelar DPRD DKI.
"Ya yang kita kenal aja (calonnya). Simpel saja dari DPRD DKI saja yang kita kenal. Satu idealnya lebih menguasai Jakarta, kedua kita sudah kenal, ketiga ritmenya bisa mengikuti Anies Baswedan," kata anggota pansus pemilihan Wagub DKI Jakarta ini.
Menurutnya, calon pendamping Anies yang ideal yakni sosok orang yang betul mengetahui Jakarta. (Baca juga: PDIP Ragukan Pemilihan Wagub DKI Selesai dengan Cepat )
"Kekurangan Anies apa sih? Lebih banyak retorika kan? Eksekusinya enggak ada kan? Berati perlu wagub yang bisa eksekusi retorikanya Anies Baswedan. Yang biasa melakukan eksekusi kan anggota dewan. Kalau nama saya enggak sebut, kalau disebut nanti dia geer lagi," pungkasnya.
Menurut legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, hal tersebut bisa terjadi apabila paripurna pemilihan yang berlangsung di DPRD DKI Jakarta tidak dihadiri oleh 2/3 anggota dewan. Bahkan, dia menambahkan, Partai Gerindra mempunyai kesempatan untuk mengusungkan calon baru.
"Paripurna itu, minimal yang hadir harus 2/3 (anggota dewan) yang setuju. Jadi harus setengahnya plus satu. Bisa, bisa saja dari Gerindra. Bisa ganti calon," kata Wiliam saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).
Dia juga mengusulkan calon wagub DKI Jakarta diambil dari anggota DPRD DKI Jakarta. Sebab, selain menguasai soal Jakarta anggota DPRD DKI Jakarta sendiri dinilai bisa mengikuti ritme Anies Baswedan untuk memimpin ibu kota.
Namun sebagai catatan, usulan tersebut diajukan apabila kedua calon yang sudah diusulkan saat ini tak terpilih dalam paripurna yang digelar DPRD DKI.
"Ya yang kita kenal aja (calonnya). Simpel saja dari DPRD DKI saja yang kita kenal. Satu idealnya lebih menguasai Jakarta, kedua kita sudah kenal, ketiga ritmenya bisa mengikuti Anies Baswedan," kata anggota pansus pemilihan Wagub DKI Jakarta ini.
Menurutnya, calon pendamping Anies yang ideal yakni sosok orang yang betul mengetahui Jakarta. (Baca juga: PDIP Ragukan Pemilihan Wagub DKI Selesai dengan Cepat )
"Kekurangan Anies apa sih? Lebih banyak retorika kan? Eksekusinya enggak ada kan? Berati perlu wagub yang bisa eksekusi retorikanya Anies Baswedan. Yang biasa melakukan eksekusi kan anggota dewan. Kalau nama saya enggak sebut, kalau disebut nanti dia geer lagi," pungkasnya.
(mhd)