Pengamat Sebut Raperda Garasi Mobil Bisa Zalimi Warga

Jum'at, 21 Juni 2019 - 04:49 WIB
Pengamat Sebut Raperda...
Pengamat Sebut Raperda Garasi Mobil Bisa Zalimi Warga
A A A
DEPOK - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana mengatakan, pihaknya belum mengetahui perihal raperda tersebut. Namun menurutnya usulan tersebut bagus untuk mengendalikan jumlah kendaraan.

"Kalau saya sendiri belum tahu. Kalau usulan tersebut menurut saya bagus ya jadi bisa mengendalikan jumlah kendaraan karena memang banyak kendaraan yang terparkir bukan di garasi, tetapi di jalanan. Ini kan bisa menggangu orang lain," kata Nina, Kamis (20/6/2019).

Menurut Nina, jika pemilik mobil harus menyewa lahan untuk parkir pun bisa saja. Yang dilakukan pihaknya nantinya adalah memungut pajak dari usaha penitipan mobil tersebut. "Ya pajaknya kita ambil 20 persen dari omzetnya," tukasnya.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno menilai, regulasi itu akan sia-sia jika tak dibarengi dengan perbaikan sarana transportasi. Menurutnya, cara yang efektif adalah menyediakan angkutan umum yang bagus hingga ke lokasi perumahan.

Dengan demikian sambungnya, warga lebih menyukai naik transportasi umum dibanding memiliki kendaraan pribadi. "Warga membeli mobil karena ingin dipakai," ungkapnya.

"Kalau aturannya harus punya garasi dulu ya menurut saya tidak efektif. Mereka akan pakai kendaraan umum jika fasilitas yang disediakan sudah bagus dan memadai sampai ke lokasi pemukiman," sambungnya.

Akademisi Tehnik Sipil Unika Soegijapranata itu menambahkan, selama belum ada sarana yang baik di dalam transportasi namun sudah diberlakukan aturan tersebut kata dia, itu sama saja pemerintah berbuat zalim pada warganya.

"Itu sama saja pemerintah zalim. Tidak memberikan sarana yang memadai tapi membatasi saja. Sebagai contoh di Jakarta saja aturan tersebut tidak efektif. Apalagi di daerah seperti Depok," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dihantam Travel Bodong,...
Dihantam Travel Bodong, Pengusaha Angkutan Umum Berteriak
Kurangi Kepadatan Penumpang,...
Kurangi Kepadatan Penumpang, Angkutan Umum Harus Ditambah
Angkutan Umum Bodong...
Angkutan Umum Bodong Marak? Ya karena Memang Dibutuhkan
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
2029, Pemerintah Targetkan...
2029, Pemerintah Targetkan Jumlah Pergerakan dengan Angkutan Umum Capai 60%
Integrasi Moda Angkutan...
Integrasi Moda Angkutan dan Tiket akan Dorong Pengguna Transportasi Umum
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved