Ratusan Warga Gunung Jaya Mengungsi Pasca Bentrok dan Pembakaran Rumah
Kamis, 06 Juni 2019 - 11:36 WIB
Ratusan Warga Gunung Jaya Mengungsi Pasca Bentrok dan Pembakaran Rumah
A
A
A
BUTON - Ratusan warga Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungsi ke Desa Laburinci, Kecamatan Pasarwajo di Ibu Kota Kabupaten Buton dampak dari bentrokan antar pemuda yang mengakibatkan 87 rumah warga terbakar.
Warga yang mengungsi sejak Rabu (6/5/2019) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Awalnya saat bentrokan pukul 14.30 Wita, ratusan warga lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Kemudian pukul 23.00 Wita, warga dijemput dan diungsikan ke kecamatan lain di Kabupaten Buton.
Warga mengaku saat kejadian tidak sempat menyelamatkan barang-barang, bentrokan terjadi begitu saja. Warga Sampoabalo menyerang rumah warga membabi buta dengan bom molotov, warga Desa Gunung Jaya pun memilih lari ke dalam hutan.
"Kita larikan anak-anak ke dalam hutan. Waktu diserang semua warga lari ke hutan. Mereka mengamuk dengan membawa parang dan senjata tajam," ujar Mira, warga Gunung Jaya.
Sementara itu, Bupati Buton La Bakry mengatakan saat ini jumlah pengungsi yang terdata sudah 700 lebih akan dipusatkan pada tiga titik tempat pengungsian Pasarwajo, Banabungi dan Laburunci. Lanjut dia sementara ini pemerintah akan memberikan bantuan utamanya bahan makanan untuk para warga hingga nantinya kondisi akan kembali aman.
"Penanganan pengungsi sudah berkoordinasi dengan semua pihak, Pak Camat, kepala desa. Sekarang kita sedang melakukan pendataan suplai bantuan," ujarnya.
Informasi yang dihimpun, sudah sekitar 87 rumah yang terbakar dan rusak. Beruntung tidak warga yang menjadi korban jiwa.
Untuk saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah menyerahkan penanganan bentrokan ini kepada pihak kepolisian agar segera diatasi sehingga daerah kembali aman dan kondusif seperti hari sebelumnya. Saat ini, warga Laburunci sedang membuat tenda darurat untuk dapur darurat.
Warga yang mengungsi sejak Rabu (6/5/2019) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Awalnya saat bentrokan pukul 14.30 Wita, ratusan warga lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Kemudian pukul 23.00 Wita, warga dijemput dan diungsikan ke kecamatan lain di Kabupaten Buton.
Warga mengaku saat kejadian tidak sempat menyelamatkan barang-barang, bentrokan terjadi begitu saja. Warga Sampoabalo menyerang rumah warga membabi buta dengan bom molotov, warga Desa Gunung Jaya pun memilih lari ke dalam hutan.
"Kita larikan anak-anak ke dalam hutan. Waktu diserang semua warga lari ke hutan. Mereka mengamuk dengan membawa parang dan senjata tajam," ujar Mira, warga Gunung Jaya.
Sementara itu, Bupati Buton La Bakry mengatakan saat ini jumlah pengungsi yang terdata sudah 700 lebih akan dipusatkan pada tiga titik tempat pengungsian Pasarwajo, Banabungi dan Laburunci. Lanjut dia sementara ini pemerintah akan memberikan bantuan utamanya bahan makanan untuk para warga hingga nantinya kondisi akan kembali aman.
"Penanganan pengungsi sudah berkoordinasi dengan semua pihak, Pak Camat, kepala desa. Sekarang kita sedang melakukan pendataan suplai bantuan," ujarnya.
Informasi yang dihimpun, sudah sekitar 87 rumah yang terbakar dan rusak. Beruntung tidak warga yang menjadi korban jiwa.
Untuk saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah menyerahkan penanganan bentrokan ini kepada pihak kepolisian agar segera diatasi sehingga daerah kembali aman dan kondusif seperti hari sebelumnya. Saat ini, warga Laburunci sedang membuat tenda darurat untuk dapur darurat.
(kri)