Dua Kubu Pengurus KKK Bertemu, Mimpi Rumah Bersama Hampir Terwujud

loading...
Dua Kubu Pengurus KKK Bertemu, Mimpi Rumah Bersama Hampir Terwujud
Dua Kubu Pengurus KKK Bertemu, Mimpi Rumah Bersama Hampir Terwujud
JAKARTA - Pertemuan dua pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang dihadiri ketua umumnya pada acara Paskah bersama awal Mei lalu mendapat apresiasi. Pasalnya, pertemuan tersebut diharapkan bisa menjadi jalan bagi percepatan KKK sebagai rumah bersama warga asal Sulawesi Utara.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik yang juga putra Kawanua, Jerry Massie mengatakan pendekatan organisasi dalam mewujudkan KKK sebagai rumah bersama kembali berpulang pada para pengurus yang ada di ke dua organisasi.

Menurut Jerry, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) adalah wadah berkumpulnya masyarakat asal Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, yang tersebar di luar tanah leluhur “Nyiur Melambai”. KKK didirikan 46 tahun silam di Jakarta oleh beberapa tokoh asal Tondano, tepatnya pada 21 Mei 1973.

“Sayangnya, kepengurusan organisasi besar masyarakat Kawanua ini beberapa tahun terkahir terbelah menjadi dua. Ada KKK yang dipimpin oleh Ronny F Sompie dan ada juga yang dipimpin oleh Angelica Tengker," ujar Jerry dalam keterangan persnya, Sabtu (25/5/2019).



Ronny Sompie dan Angelica Tengker, kata Jerry, sama-sama mengusung berbagai program yang selalu mengangkat nama baik Kawanua, khusunya di bidang pelestarian budaya, adat, dan berbagai sumber daya alam.

Ronny Sompie menjabat Ketua Umum KKK sebagai estafet dari Pendeta Jimmy Tampie pada Mei 2017. Di tengah kesibukannya sebagai Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dan berlatar belakang sebagai mantan perwira tinggi Polri, peran Ronny sangat berpengaruh dan jelas dalam memberikan sumbangsih dalam menjalankan roda organisasi KKK.

Menurut Jerry, Ronny Sompie berhasil menjadikan organisasi semakin dikenal melalui berbagai kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan lainnya. Misalnya, dalam perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon, serta Paskah, warga Kawanua yang hadir sangat antusias dan menjadikan acara itu sebagai ajang “baku dapa” warga Kawanua dari berbagai daerah.



KKK di bawah kepemimpinan Ronny Sompie memiliki asas legalitas dan disahkan Kementerian Hukum dan HAM sebagai suatu badan hukum perkumpulan. Jadi, KKK bukan merupakan organisasi kemasyarakatan untuk paguyuban adat dan budaya. Artinya, tidak ada halangan bagi organisasi untuk tetap berkiprah meski konsekuensinya tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah, seperti pembinaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top