Bulan Ramadhan, Pol PP Tangerang Sibuk Urus Prostitusi dan Pengemis

Kamis, 23 Mei 2019 - 18:37 WIB
Bulan Ramadhan, Pol...
Bulan Ramadhan, Pol PP Tangerang Sibuk Urus Prostitusi dan Pengemis
A A A
TANGERANG - Selama bulan puasa Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang disibukkan dengan penanganan penyakit sosial, seperti prostitusi online, minuman keras (miras), pengemis, dan anak jalanan (anjal).

"Kami memang sedang gencar-gencarnya melakukan patroli malam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menekan peredaran minuman keras, serta prostitusi yang marak di Kota Tangerang," ujar Kabid Trantib Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli di kantornya, Kamis (23/5/2019).

Menurut dia, pemberantasan prostitusi berbasis digital jauh lebih sulit ketimbang praktik pelacuran konvenaional. Jika konvensional petugas bisa langsung mengenali pelakunya dengan datang langsung ke tempat mangkalnya.

Sementara PSK online tidak punya tempat mangkal. Mereka melakukan transaksi di media online dan bertemu sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Pihaknya sudah melakukan pemetaan di beberapa titik wilayah rawan peredaran miras dan tempat mangkal PSK. Termasuk beberapa hotel dan apartemen yang ada.

"Di bulan Ramadhan ini, prostitusi berbasis digital seolah menjadi pilihan bagi sebagian kalangan. Kami tidak akan lelah untuk membasmi segala bentuk prostitusi, baik itu konvensional maupun digital," ucapnya.

Ghufron berharap upaya yang saat ini dilakukan petugas dapat dukungan semua golongan masyarakat. Sebab tanpa dukungan masyarakat semua akan sia-sia.

"Tentu kami tidak bisa sendiri. Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan setiap kegiatan yang berpotensi ada pelanggaran. Kami akan cepat menindaklanjuti laporan itu," tukasnya.

Selain miras dan prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang kini disibukkan dengan jumlah pengemis dan anjal yang terus bertambah selama bulan suci Ramadhan. Bahkan jumlah mereka berlipat ganda menjelang Lebaran.

"Kalau yang di lampu merah selalu kami sweeping. Tetapi mereka datang lagi. Ternyata setelah kami telusuri, kebanyakan para pendatang baru," kata Ghufron.

Menurut Ghufron, setelah ditertibkan oleh petugas, para anak jalanan dan pengemis itu bukannya jera. Sebaliknya, mereka melihat potensi ekonomi di lampu merah.

"Selain menyisir ke sejumlah lampu merah, kami juga menyasar ke sejumlah titik yang disinyalir rawan dijadikan tempat untuk mengemis. Seperti yang ada, di jembatan penyeberangan Mall Tangcity," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Sebelum Dipulangkan...
Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal, 1.542 PMKS Dites Covid-19
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Miris Anak-anak Marak...
Miris Anak-anak Marak Mengemis saat Ramadhan, Satpol PP: Jangan Beri Sesuatu
Pemkot Jakbar Jaring...
Pemkot Jakbar Jaring 76 PMKS Kini Tersisa 18 Orang di GOR Cengkareng
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Berita Terkini
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
17 menit yang lalu
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
1 jam yang lalu
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
1 jam yang lalu
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
2 jam yang lalu
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
2 jam yang lalu
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
3 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved