Pemilihah Wagub DKI, Kemendagri Sarankan Pansus Contoh Jambi dan Riau

Senin, 20 Mei 2019 - 20:29 WIB
Pemilihah Wagub DKI,...
Pemilihah Wagub DKI, Kemendagri Sarankan Pansus Contoh Jambi dan Riau
A A A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta melangsungkan rapat perdana di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019). Rapat itu dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri,
Akmal M Piliang.

Akmal hadir sebagai tamu undangan untuk memberikan pendampingan dalam prosesi pembuatan tata tertib Pemilihan Wagub DKI. "DPRD setelah ini segera menugaskan pansus membuat tata tertib dan saya katakan, dukungan dari teman teman sekwan itu penting karena bagi DKI, inikan hal baru," ujar Akmal kepada wartawan seusai rapat. (Baca juga: Rapat Perdana Pansus Wagub DKI, Ongen Sangaji Absen)

Akmal menegaskan, pemilihan wagub melalui pansus merupakan hal baru bagi DKI Jakarta, khususnya untuk anggota Dewan di Kebon Sirih. Oleh karena itu, Akmal mengimbau agar anggota Dewan di Kebon Sirih mencontoh daerah lain yang telah melakukan proses serupa.

"Tidak ada salahnya juga DPRD belajar dari daerah lain yang sudah melaksanakan hal yang sama. Kami memang sarankan untuk contoh ke Jambi atau ke Riau yang sudah melakukan hal yang sama, itu bagus. Tapi kalau di Kepri kami tidak sarankan karena ada persoalan mundur ketika sudah terpilih," imbuhnya. (Baca juga: Pemilihan Wagub DKI, Pengamat Duga Ada Penghambatan)

Selanjutnya, Akmal menekankan agar pansus segera membuat tata tertib pemilihan. Dalam proses pembuatan tata tertib ini Kemendagri akan melakukan pendampingan guna menciptakan proses demokrasi yang baik dan maslahat bagi DKI Jakarta.

"Kami khawatir ada norma-norma yang terlalu berlebihan dan di luar ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 10/2016 (tentang pemilihan kepada daerah) dan di luar demokrasi yang efektif dan efisien," katanya. (Baca juga: Mulai Kerja Pekan Depan, Pansus Wagub DKI Dideadline Enam Bulan )

Untuk diketahui, pansus dalam ketentuan PP Nomor 12/2018 bekerja maksimal 1 tahun. Akan tetapi hal tersebut tidak mungkin terjadi, karena terkait dengan anggaran pansus.
(thm)
Berita Terkait
3 Tahun Kepemimpinan...
3 Tahun Kepemimpinan Anies, Anggota Dewan Ini Minta Program Unggulan Lebih Jelas
Tiga Tahun Anies Baswedan...
Tiga Tahun Anies Baswedan Pimpin DKI, Wagub Ariza Bilang Begini
Protes Pengesahan P2APBD,...
Protes Pengesahan P2APBD, F-PAN DPRD DKI: Harus Transparansi
Gubernur Anies Dikabarkan...
Gubernur Anies Dikabarkan Sakit Parah, Begini Kata Wakilnya Riza Patria
Pemprov DKI: Anies Bisa...
Pemprov DKI: Anies Bisa Tentukan Kebijakan Jelang Akhir Masa Jabatan
Perda P2APBD DKI Jakarta...
Perda P2APBD DKI Jakarta 2019 Disahkan, Anies Berpantun
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
5 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
7 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
7 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
7 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
7 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved