Rekapitulasi Molor, Kinerja KPU Jaktim dan PPK Pulogadung Dinilai Tak Becus

Kamis, 16 Mei 2019 - 11:55 WIB
Rekapitulasi Molor,...
Rekapitulasi Molor, Kinerja KPU Jaktim dan PPK Pulogadung Dinilai Tak Becus
A A A
JAKARTA - Rekapitulasi suara di KPU DKI Jakarta mengalami keterlambatan karena KPUD Jakarta Timur belum tuntas menyelsaikan penghitungan suara di PPK PUlogadung. Mengenai kondisi ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menganggap kalau kinerja KPU Jaktim dan PPK Pulogadung tidak becus.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengatakan, keterlamabatan rekapitulasi penghitungan suara di Jakarta Timur, khususnya PPK Pulogadung ada pada ketidakmampuan ketua dan anggota PPK dalam mengatur baik kepentingan dan aksi protes dari para saksi partai politik di TPS Pulogadung.

"Penyebab keterlambatan itu, karena ada beberapa saksi partai politik yang meminta untuk membuka kotak kembali, ya jadi saksi meminta kembali kotak dibuka karena ada ketidaksesuaian dari data yang dimiliki, ujar Jufri saat dikonfirmasi, Kamis (16/5/2018).

Lebih lanjut Jufri menanggapi, persoalan yang terjadi di TPS Pulogadung sejatinya tidak perlu dijadikan alasan dalam keterlambatan rekapitulasi perhitungan suara di Jakarta Timur.

"Aneh, Kalau kita lihat TPSnya, di kecamatan Pulogadung itu sekitar 800 TPS, dibanding dengan Cakung, Duren Sawit yang jumlah TPS-nya 1.000 lebih gitu ya, seharusnya bisa lebih cepat," ungkapnya. (Baca: KPU Jakarta Timur Targetkan Rekapitulasi Suara Selesai 10 Mei )

Atas kejadian tersebut, pihaknya, Bawasku DKI Jakarta tidak akan memberikan sanksi kepada KPU Jakarta Timur, hanya saja Bawaslu memberikan catatan bahwa KPU Jaktim dan PPK Pulogadung tidak becus dalam menangani permasalahan yang terjadi di lapangan.

"Kalau sanksi ya tidak, tapi hanya diberikan catatan aja, tapi tergantung dari KPU nya ya (KPU Pusat dan KPU DKI)," ujar Jufri.
(ysw)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Belajar dari 2019, Waktu...
Belajar dari 2019, Waktu Pencoblosan Pemilu 2024 Dinilai Tak Realistis
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
59 menit yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
1 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
1 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
3 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
3 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved