Versi Polisi Korban Longsor di Gunung Pongkor, Dua Tewas Enam Selamat

Selasa, 14 Mei 2019 - 08:58 WIB
Versi Polisi Korban...
Versi Polisi Korban Longsor di Gunung Pongkor, Dua Tewas Enam Selamat
A A A
BOGOR - Longsor di Gunung Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menewaskan dua orang penambang emas tanpa izin (PETI) alias gurandil. Tanah setinggi 110 meter dengan lebar 70 meter di kawasan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor PT Antam Tbk di Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor itu longsor pada Minggu 12 Mei 2019.
Dari delapan orang penambang emas tanpa izin (PETI) alias gurandil yang tertimbun, dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan enam orang lagi ditemukan selamat.

"Karena medan lokasi cukup sulit yakni diproses evakuasi terhadap delapan korban memakan waktu cukup lama. Senin malam baru tim gabungan baru evakuasi selesai melakukan evakuasi," kata Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena di Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019)

Versi Polisi Korban Longsor di Gunung Pongkor, Dua Tewas Enam Selamat


Sementara itu, Kapolsek Nanggung AKP Asep Saepudin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, longsor dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi di sekitar lokasi kejadian.

Ditambah lagi, lokasi penambangan liar yang dilakukan oleh para gurandil tersebut jauh dari permukiman masyarakat. Sehingga informasi tentang longsor pada Minggu malam pukul 23.00 WIB baru diketahui keesokan harinya.

"Lokasi longsor di Desa Bantar Karet jauh dari jangkauan masyarakat karena daerah tersebut merupakan areal pertambangan PT Antam," ujarnya.

Lantaran dikhawatirkan terjadi longsor susulan akibat hujan terus menerus, proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati dan sempat dihentikan.

"Proses evakuasi terhadap delapan korban yang tertimbun longsor baru selesai pada pukul 17.00 WIB. Evakuasi dihentikan mengingat tidak ada lagi masyarakat yang melaporkan anggota keluarga yang hilang. Selanjutnya seluruh korban sudah diserahkan kepada keluarga korban," ujar AKP Asep.

Sekadar diketahui para gurandil selama ini melakukan aktivitas penambangan liar tanpa izin di areal UBPE Pongkor Antam. Lokasi penambangan yang berbukit bukit tersebut terletak di daerah Nanggung dengan jarak tempuh lebih kurang lima jam dari Cibinong, ibu kota Kabupaten Bogor.

Para gurandil umum membuat lubang di perbukitan untuk mencari emas. Lubang dengan lebar seukuran badan orang tersebut memiliki kedalaman berpuluh-puluh meter sangat tergantung titik emas yang akan digali. Umumnya lubang dibuat di perbukitan sehingga cukup sulit dijangkau.
(mhd)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
5 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
6 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
8 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
10 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved