74.712 TPS di Jawa Barat Kategori Rawan, Terbanyak di Kabupaten Bogor

Selasa, 16 April 2019 - 02:01 WIB
74.712 TPS di Jawa Barat...
74.712 TPS di Jawa Barat Kategori Rawan, Terbanyak di Kabupaten Bogor
A A A
BANDUNG - Sebanyak 74.712 tempat pemungutan suara (TPS) dari 138.067 TPS di Provinsi Jawa Barat masuk dalam kategori rawan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyebutkan wilayah yang paling rawan, adalah TPS di Kabupaten Bogor.

Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan mengungkapkan, lebih dari 50% TPS di Jabar dikategorikan rawan berdasarkan klasifikasi yang telah ditetapkan Bawaslu Pusat.

"Dari hasil pemetaan, ternyata kita punya 63.355 TPS yang tidak rawan. Sisanya, 74.712 TPS kategorinya rawan," ungkap anggota Bawaslu Jabar Lolly Suhenti di Kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (14/4/2019).

Menurut dia, TPS dikatakan rawan jika rentan terhadap sejumlah persoalan, seperti keamanan, keutuhan logistik, politik uang, dan netralitas aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, TPS pun disebut rawan jika rentan terhadap praktik politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Meski tidak merinci di daerah mana saja TPS rawan tersebut berada, namun Lolly menyebut, TPS di Kabupaten Bogor menjadi yang paling rawan karena banyaknya indikator kerawanan yang menyertainya. "Kabupaten Bogor posisinya rawan tinggi untuk seluruh dimensi, semuanya ada," katanya.

Selain itu, berdasarkan pemetaannya, TPS di Kota Depok juga rawan politik uang. Kondisi TPS di Kabupaten Tasikmalaya juga tak jauh berbeda karena rawan politisasi agama.

Sementara di Kabupaten Bandung yang tengah dilanda banjir, Lolly menyebut, TPS di wilayah tersebut tergolong rawan karena banjir bisa merusak logistik pemilu, khususnya surat suara.

Menyikapi hal itu, anggota Bawaslu Jabar Yusuf Kurnia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan ekstra agar kekhawatiran itu tidak terjadi. "Bawaslu akan melakukan patroli pengawasan," katanya.

Pengawasan pun akan dilakukan untuk memastikan distribusi surat C6 agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kami juga akan mengawasi agar tidak ada manipulasi perolehan suara," ujar Yusuf.

Oleh karena itu, dia pun mengimbau masyarakat, khususnya para pemantau pemilu untuk mendokumentasikan form C1 hasil penghitungan suara. "Agar jadi data pembanding. Ini penting agar pemungutan suara berjalan bersih dan berintegritas," tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Mewujudkan Penyelenggara...
Mewujudkan Penyelenggara Pemilu yang Ideal
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Warga Yogyakarta Berikan...
Warga Yogyakarta Berikan Kerupuk Melempem Award kepada Bawaslu
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Berita Terkini
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
1 jam yang lalu
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
2 jam yang lalu
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
3 jam yang lalu
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
16 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved