Setiap Tahun Jakarta Banjir, Pengamat Ini Beberkan Penyebabnya
Senin, 08 April 2019 - 11:46 WIB
Setiap Tahun Jakarta Banjir, Pengamat Ini Beberkan Penyebabnya
A
A
A
JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dalam waktu singkat kini bisa membuat beberapa kawasan di Jakarta terendam banjir . Selain buruknya kondisi drainase, ternyata ada beberapa penyebab lain yang membuat Jakarta rawan banjir.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menjelaskan, kondisi tanah jenuh sehingga tak mampu menyerap guyuran air ditambah buruknya saluran air menyebabkan air meluber merendam pemukiman dan jalan.
Selain akibat buruknya drainase, lanjut Joga, banjr kiriman dari hulu juga menjadi salah satu faktor Jakarta rentan banjir. Ketika kawasan puncak hujan lebat, volume air sungai meningkat dan mengalir deras dari hulu ke hilir. (Baca juga: Dipertanyakan Banyak Pihak, Bei Naturalisasi Sungai ala Anies )
"Daerah aliran sungai menyempit karena okupasi permukiman padat membuat kapasitas daya tampung sungai berkurang. Ketika hujan lebat, air sungai meluap membanjiri permukiman," kata Joga saat dihubungi SINDOnews, Senin (8/4/2019).
Lalu, lanjut Joga, banjir lokal juga menjadi momok bagi warga Jakarta. Banjir terjadi karena kondisi saluran air kota yang buruk karena tersumbat sampah.
Selanjutnya banjir yang disebabkan oleh rob atau air pasang. "Biasanya ini terjadi di wilayah pantai atau pesisir yang saat ini banyak berada di bawah permukaan air laut. Akibat beban pembangunan fisik yang masif telah mempercepat penurunan muka tanah" katanya. (Baca juga: Diguyur Hujan Satu Jam, Kawasan Rawan Belong Dipenuhi Genangan )
Terakhir, banjir besar di Jakarta bisa terjadi jika hujan lebat di Jakarta ditambah banjir kiriman dari Bogor membuat sejumlah wilayah akan tergenang. Kondisi ini diperparah dengan bulan purnama yang membuat kawasan pesisir juga dihantam rob.
"Jika kondisinya seperti itu, bisa dipastikan Jakarta akan banjir besar. Namun semua ini bisa dicegah dengan manajemen yang baik," katanya.
Pendekatan penanganan banjir yang harus dilakukan, kata Joga, dengan menampung air hujan sebanyak-banyaknya agar dapat diserap langsung ke dalam tanah.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menjelaskan, kondisi tanah jenuh sehingga tak mampu menyerap guyuran air ditambah buruknya saluran air menyebabkan air meluber merendam pemukiman dan jalan.
Selain akibat buruknya drainase, lanjut Joga, banjr kiriman dari hulu juga menjadi salah satu faktor Jakarta rentan banjir. Ketika kawasan puncak hujan lebat, volume air sungai meningkat dan mengalir deras dari hulu ke hilir. (Baca juga: Dipertanyakan Banyak Pihak, Bei Naturalisasi Sungai ala Anies )
"Daerah aliran sungai menyempit karena okupasi permukiman padat membuat kapasitas daya tampung sungai berkurang. Ketika hujan lebat, air sungai meluap membanjiri permukiman," kata Joga saat dihubungi SINDOnews, Senin (8/4/2019).
Lalu, lanjut Joga, banjir lokal juga menjadi momok bagi warga Jakarta. Banjir terjadi karena kondisi saluran air kota yang buruk karena tersumbat sampah.
Selanjutnya banjir yang disebabkan oleh rob atau air pasang. "Biasanya ini terjadi di wilayah pantai atau pesisir yang saat ini banyak berada di bawah permukaan air laut. Akibat beban pembangunan fisik yang masif telah mempercepat penurunan muka tanah" katanya. (Baca juga: Diguyur Hujan Satu Jam, Kawasan Rawan Belong Dipenuhi Genangan )
Terakhir, banjir besar di Jakarta bisa terjadi jika hujan lebat di Jakarta ditambah banjir kiriman dari Bogor membuat sejumlah wilayah akan tergenang. Kondisi ini diperparah dengan bulan purnama yang membuat kawasan pesisir juga dihantam rob.
"Jika kondisinya seperti itu, bisa dipastikan Jakarta akan banjir besar. Namun semua ini bisa dicegah dengan manajemen yang baik," katanya.
Pendekatan penanganan banjir yang harus dilakukan, kata Joga, dengan menampung air hujan sebanyak-banyaknya agar dapat diserap langsung ke dalam tanah.
(ysw)