Cara Yusuf Dardiri atasi Harga Gabah Anjlok di Ngawi

Selasa, 02 April 2019 - 09:08 WIB
Cara Yusuf Dardiri atasi...
Cara Yusuf Dardiri atasi Harga Gabah Anjlok di Ngawi
A A A
NGAWI - Jelang bulan Ramadhan, harga beli gabah di Kabupaten Ngawi Jawa Timur mengalami penurunan. Menurut Sunarko (38) harga gabah saat ini turun hingga kisaran Rp3.000 - Rp3.500 per kilo.

"Harusnya harga pasar berkisar antara Rp3.700 - Rp4.000 per kilo," lanjutnya. Demikian penuturan petani tersebut di sela kegiatan panen padi di Desa Katikan, Kecamatan Kedung Halang, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (1/4/2019).

Akibat penurunan harga gabah tersebut, para petani menderita kerugian, karena biaya operasional lebih besar dari pada pendapatan dari penjualan gabah.

Keluhan para petani menjadi perhatian tokoh masyarakat asli Ngawi, Yusuf Dardiri. Langkah nyata yang dilakukan Caleg DPR-RI Dapil Jatim 7 No urut 2 dari PKS yakni dengan membeli gabah dengan harga Rp4.600 per kilo.

"Saya beli 4 ton dari para petani. Hal ini saya lakukan sebagai bentuk perlindungan bagi petani agar tidak merugi pada panen kali ini," kata Politisi PKS ini.

Bagi pria yang pernah menjadi anggota legislatif Kota Bogor dua periode ini, hal tersebut merupakan langkah awal dalam perjuangannya untuk membantu memakmurkan kehidupan para petani.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh saat kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), ayah tiga anak ini akan mengembangkan program untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gabah setiap panennya.

"Setelah membeli gabah langsung dari petani, langkah berikutnya ialah saya akan mendatangkan para ahli untuk menjadi mentor untuk melatih para petani," tuturnya.

Para ahli pertanian sengaja didatangkan untuk diajak bekerja sama mengembangkan rencana pendirian Sekolah Petani (SP). Ke depannya, sekolah ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh petani di wilayah Ngawi dan sekitarnya untuk meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian khususnya petani padi.

Pria asli kelahiran Ngawi ini menjelaskan tentang semua program yang ada di Sekolah Petani. Beberapa target pembinaan diantaranya pembangunan mesin giling modern yang lebih efisien, menghasilkan produktifitas yang tinggi dan harga terjangkau di setiap desa, peningkatan produktifitas hasil panen, penyediaan pupuk dan benih bersubsidi, penyerapan panen padi petani binaan.

Serta membuka lapangan kerja bagi warga desa dengan upah diatas UMR dan menjaga kestabilan harga beras.

Pengurus Pusat PPNSI (Persatuan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia) ini memiliki harapan besar. "Saya berharap, Sekolah Petani ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang akan saya perjuangkan," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
DPP PKS Tetapkan Susunan...
DPP PKS Tetapkan Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah se-Indonesia Masa Bakti 2025–2030
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Jangan Ketinggalan,...
Jangan Ketinggalan, PKS Sulsel Siapkan 200 Dosis Vaksin Covid-19
Hari Hemofilia, Dr Salim...
Hari Hemofilia, Dr Salim Dorong Pemerintah Tingkatkan Bantuan Biaya Pengobatan
Legislator PKS Sebut...
Legislator PKS Sebut Parliamentary Threshold 7 Persen Berangus Suara Rakyat
Silaturahmi Fraksi PKS...
Silaturahmi Fraksi PKS dan PKB Bahas Sejumlah Persoalan
Berita Terkini
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
42 menit yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
1 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
3 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
3 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
3 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved