Pemprov Sulsel Minta Perusahaan Rekrut Anjal dan Gepeng

Minggu, 31 Maret 2019 - 19:23 WIB
Pemprov Sulsel Minta...
Pemprov Sulsel Minta Perusahaan Rekrut Anjal dan Gepeng
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan sebelum memasuki bulan Puasa, keberadaan anak jalanan (anjal) mau pun gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Makassar dapat dihilangkan. Memberi lapangan pekerjaan jadi salah satu solusinya.

Untuk menertibkan keberadaan anjal maupun gepeng, Pemprov Sulsel membentuk tim terpadu bersama Dinas Sosial Kota Makassar. Tim ini diharap dapat segera menjaring anjal maupun gepeng sepanjang April mendatang.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, keberadaan warga mengais rezeki di jalan merupakan paksaan keadaan ekonomi. Sehingga pemerintah harus mencari solusi yang dapat membantu meringankan beban hidup anjal maupun gepeng. Tidak sekadar melakukan penertiban.

"Saya bilang, tidak ada orang mau pergi minta minta-minta, termasuk yang mengais di jalan karena itu kan menurunkan harga diri kita. Apalagi makassar menuju kota dunia, kalau itu tidak bisa dibenahi nanti berubah, apa kata dunia? " ujar Nurdin belum lama ini.

Nurdin juga mengatakan, pemerintah tak dapat menutup mata dengan leberadaan warga difabel yang kerap ditemukan mengemis di jalanan. Padahal menurutnya, undang-undang menjadikan mereka sebagai tanggungjawab negara.

"Makanya saya sampaikan tadi, anak-anaknya yang peminta-minta ini harus ditampung terus disekolahkan. Kalau kendalanya biaya, kita siapin," imbuhnya.

Sementara untuk warga difabel yang kerap mengemis di jalanan, Nurdin meminta peran serta perusahaan di Kota Makassar untuk merekrut mereka sebagai tenaga outsourcing. Misalnya, perusahaan pengeajin tenun, sehingga mereka dapat bekerja di rumah dan perusahaan tinggal menjemput dan mengantar bahannya tiap hari.

"Mereka dapat kerja di rumah seperti menganyam, kan dapat duit. Dan juga kita siapin tunjangan hidup, kan kasihan mereka bisa sampai di kota jalan begitu," kata Nurdin.

Terlepas dari itu. Nurdin menginstruksikan tim terpadu agar segera mendeteksi dan menhadirkan sejumlah aktor yang mengorganisir para anjal dan gepeng di Kota Makassar. Sebab keberadaan oknum pengendali ini akam terus mencari anjal baru meski terus ditertibkan.

Kata Nurdin, para oknum pengendali harus dipaksa membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengkoodinir anjal atau gepeng. "Pokoknya April kita mau tidal ada lagi di Kota Makassar," ujar Nurdin.

Diketahui, berdasarkan data Dinsos Sulsel, keberadaan anjal secara umum dikoordinir beberapa nama dengan wilayah operasi masing-masing, mulai dari terminal, bandara, Pantai Losari hingga di persimpangan jalan. Berdasarkan hasil investigasi Departemen Sosial, setidaknya ada tujuh aktor pengendalinya.

Mereka yakni perempuan inisial (48), yang mengkoordinir anjal dan penjual tisu di wilayah fly over, lalu laki-laki MG (30) mengkoordinir peminta sumbangan panti asuhan abal-abal di wilayah persimpangan bandara, dan modus yang sama kelompok laki-laki DR (51) yang beroperasi di sejumlah tempat dalam kota.

Aktor lainnya perempuan HSN (47) mengkoordinir pengemis di Anjungan Pantai Losari, laki-laki AD (45) menontrol pengemis di wilayah Jalan Boulevard -Pengayoman, perempuan SK (50) mengkoordinir anak di nawah umur mengemis di kawasan Pantai Losasi dan terakhir laki-laki DN (38) mengeksploitasi anak menjual buah tala di tepi Jalan Racing center dan samping PLTU Tello.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Ilham A Gazaling mengatakan, untuk mengentaskan persoalan anjal, pihaknya telah membentuk tim terpadu, melibatkan Dinsos Kota Makassar hingga kepolisian dan TNI. "Kita bentuk tim terpadu untuk menangani anak jalanan termasuk pak ogah. Didalamnya tidak hanya Dinsos Makassar, termasuk dari kabypaten kota lain karena anjal itu banyak berasal dari daerah," katanya.
(nag)
Berita Terkait
Sakit Hati, Selebgram...
Sakit Hati, Selebgram Makassar Dibunuh Teman Kencannya
Pj Wali Kota Makassar...
Pj Wali Kota Makassar Diminta Turun Tangan Percepat Izin Jaringan Pipa PDAM
Dewan Makassar Respons...
Dewan Makassar Respons Positif Usulan Penghapusan Debat Publik di Pilwalkot
Pemkot Tambah Anggaran...
Pemkot Tambah Anggaran Pilkada KPU Makassar Rp6,2 Miliar
Kapolrestabes Jamin...
Kapolrestabes Jamin Keamanaan Warga Makassar 24 Jam Non Stop
826 Warga Binaan di...
826 Warga Binaan di Rutan dan Lapas Makassar Ikut Memilih Wali Kota
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
1 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
3 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved