Psikolog: Game PUBG Berdampak Negatif bagi Perkembangan Anak

Jum'at, 22 Maret 2019 - 06:33 WIB
Psikolog: Game PUBG...
Psikolog: Game PUBG Berdampak Negatif bagi Perkembangan Anak
A A A
JAKARTA - Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, game online The PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan kejiwaan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan dirinya mengenai game ini.

Pertama, PUBG mengandung unsur kekerasan yang sangat tinggi. Karena pemain dituntut untuk lebih banyak mengalahkan lawan dengan cara membunuh dengan cara menembak, melempar pisau, mengembon dan sebagainya.

"Meskipun membutuhkan strategi, tujuan dari strategi itu hanya satu yaitu menghabisi sebanyak mungkin lawan agar bisa menang.Jika hal seperti ini dilakukan terus menerus, sepanjang hari, sangat mungkin akan mempengaruhi cara berpikir pemainnya," katanya di Depok, Kamis 21 Maret 2019.

Kedua, kata dia, anak-anak atau remaja memiliki emosi dan pribadi yang masih labil. Stimulus kekerasan yang terus menerus akan sangat mempengaruhi kehidupan ‘nyata’ mereka. Tayangan ataupun informasi yang mereka 'konsumsi' bisa berpengaruh pada pola sehari-hari.

"Mereka masih seringkali kesulitan memberi jarak antara realitas dan permainan, sehingga games membuat anak seringkali menyamakan perilaku di games dan di realita," tukasnya.

Ketiga, PUBG online membuat anak terokupansi pada permainan sehingg tidak ingin melakukan kegiatan lain seperti bermain, bersosialisi dengan anak lain, bahkan belajar. Dampaknya jelas, prestasi sekolah bisa menurun. Anak yang candu game online menjadi pribadi yang kurang suka bersosial karena asyik dengan permainan tersebut.

"Dia menjadi penyendiri karena tidak suka bergaul secara langsung, malah tidak suka diajak pergi kemana-mana karena fokus hanya pada penyelesaian games," jelasnya.

Keempat adalah dari faktor kesehatan. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada mata, kelelahan pada tangan dan anggota tubuh lain, bahkan obesitas karena kurang gerak. Kelelahan terus menerus (fatigue) akibat fokus game online serta obesitas, dapat menyebabkan penyakit lain yang berujung ke kematian.

"Tidak berdampak langsung memang, tapi akibat yang ditimbulkan ini bisa berujung pada kematian. Dampaknya memang tidak langsung menyasar pada otak seperti narkoba, tidak akan sakau. Hanya secara kesehatan mental ya terganggu. Kepribadian dan mood utamanya," katanya.

Shinta menuturkan, kecanduang game online sudah masuk dalam daftar penyakit kesehatan mental (DSM V). Akibat candu game online bisa menimbulkan potensi agresif yang tinggi karena otak terus menerus menerima rangsangan agresif.

"Penyimpangan ya itu memang potensi agresif menjadi tinggi karena terus menerus menerima rangsang agresif, impulsivitas (dorongan) juga menjadi lebih tinggi dan kesulitan dalam pengendalian diri, sehingga mudah melakukan tindakan-tindakan tertentu tanpa memikirkan akibatnya lebih jauh," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Jaga Kesehatan Anak,...
Jaga Kesehatan Anak, Masyarakat Diimbau Lebih Bijak Memilih Kemasan Pangan
Pemda Pangandaran Imbau...
Pemda Pangandaran Imbau Masyarakat Sayangi Anak dengan Memperhatikan Kemasan Makanan
Masyarakat Kian Terancam,...
Masyarakat Kian Terancam, Kasus Kejahatan Digital Semakin Marak
Dukung Pemenuhan Kesehatan...
Dukung Pemenuhan Kesehatan Anak Indonesia, Guardian Luncurkan Guardiancares
Peluncuran Aplikasi...
Peluncuran Aplikasi IC4 untuk Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Daring
Berita Terkini
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
51 menit yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
1 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
1 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
1 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
2 jam yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved