Jelang Diresmikan Presiden, Pengelola Diminta Jaga Ketat MRT
Kamis, 21 Maret 2019 - 19:32 WIB
Jelang Diresmikan Presiden, Pengelola Diminta Jaga Ketat MRT
A
A
A
JAKARTA - Menjelang diresmikannya Moda Raya Terpadu (MRT) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihak pengelola diharapkan lebih meningkatkan penjagaan. Jokowi bakal meresmikan MRT ini pada Minggu 24 Maret 2019 di Stasiun Bundaran HI. Hal itu untuk mengantisipasi aksi vandalisme terhadap moda angkutan umum baru di DKI Jakarta.
"Itu kan harus terintegrasi dan harus diberesin. Saya kemarin juga ingetin bahwa MRT ini yang mesti dijaga adalah stasiun bawah tanah nanti jadi Bronx (kota kumuh di New York, Amerika Serikat). Mesti ada security-nya," kata Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik di Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Politikus Gerindra ini mengingatkan, agar fasilitas publik tersebut dijaga. Pasalnya, pada pertengahan September 2018, gerbong kereta MRT di Lebak Bulus menjadi korban aksi vandalisme.
"Dulu kan pernah dicoret-coret. Anda bayangin, kok bisa masuk, artinya security-nya, ini enggak boleh (ada aksi vandalisme) lagi," kata Taufik.
"Ketika di halte busway masa orang bisa rusuh. Karena persepsi yang mau dibangun. Kalau begitu kan orang mikir enggak aman. Kan saya pernah nyobain. Menurut saya ini udah okelah," sambungnya.
Taufik menegaskan, masyarakat diminta untuk bersama-sama menjaga keberadaan MRT berikut fasilitas penunjangnya.
"Tapi di kita lagi-lagi menurut saya perawatan jangan sampe kumuh di dalam. Jangan ada pembiaran lah," tegas Taufik. (Baca juga: Ungkap Pelaku Vandalisme Gerbong MRT, Polda Metro Jaya Bentuk Timsus )
"Itu kan harus terintegrasi dan harus diberesin. Saya kemarin juga ingetin bahwa MRT ini yang mesti dijaga adalah stasiun bawah tanah nanti jadi Bronx (kota kumuh di New York, Amerika Serikat). Mesti ada security-nya," kata Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik di Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Politikus Gerindra ini mengingatkan, agar fasilitas publik tersebut dijaga. Pasalnya, pada pertengahan September 2018, gerbong kereta MRT di Lebak Bulus menjadi korban aksi vandalisme.
"Dulu kan pernah dicoret-coret. Anda bayangin, kok bisa masuk, artinya security-nya, ini enggak boleh (ada aksi vandalisme) lagi," kata Taufik.
"Ketika di halte busway masa orang bisa rusuh. Karena persepsi yang mau dibangun. Kalau begitu kan orang mikir enggak aman. Kan saya pernah nyobain. Menurut saya ini udah okelah," sambungnya.
Taufik menegaskan, masyarakat diminta untuk bersama-sama menjaga keberadaan MRT berikut fasilitas penunjangnya.
"Tapi di kita lagi-lagi menurut saya perawatan jangan sampe kumuh di dalam. Jangan ada pembiaran lah," tegas Taufik. (Baca juga: Ungkap Pelaku Vandalisme Gerbong MRT, Polda Metro Jaya Bentuk Timsus )
(mhd)