Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh

Senin, 11 Maret 2019 - 16:28 WIB
Mahasiswa Seret Kawat...
Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh
A A A
KENDARI - Unjuk rasa mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Kabupaten Konawe Kepulauan di Kantor Gubernur Sultra kembali rusuh, Senin (11/3/2019). Mahasiswa yang berdemo sempat menyeret kawat berduri yang dibarikade oleh pihak kepolisian. Hal ini dibalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon.
Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh

Selain meminta Gubernur Sulawesi Tenggara mencabut Izin Usaha Pertambangan, mahasiswa mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara mengusut tuntas kasus penganiayaan mahasiswa dan masyarakat Wawonii yang menggelar unjuk rasa Rabu lalu 6 Maret 2019. (Baca: Duduki Kantor Gubernur, Pendemo Dipukuli dan Ditembak Water Canon)

Kerusuhan kembali terjadi saat unjuk rasa menarik kawat berduri yang dipasang pihak kepolisian dan terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke petugas. Hingga aparat kepolisian terpaksa mengerahkan water canon dan melepaskan tembakan gas air mata ke arah demostran.
Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh

Kemarahan ribuan mahasiswa ini dipicu oleh lambatnya pengusutan kasus penganiayaan sejumlah mahasiswa dan masyarakat Wawonii pada Rabu 6 Maret 2019 lalu.
Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh


Tidak hanya itu Kapolda yang tengah menenangkan massa justru tidak dihiraukan oleh ribuan mahasiswa dan kembali melakukan aksi pelemparan batu.


Menurut mahasiswa berdasarkan Undang-undang Nomor 27 tahun 2007 yang direvisi Nomor 1 tahun 2014 tentang Kawasan Pesisir menegaskan Pulau Wawonii tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai kawasan pertambangan yang hanya seluas 1.800 kilo meter persegi.

“Jika melihat RT RW dan Undang-undang Kawasan Pesisir luas kawasan yang diperbolehkan untuk ditambang harus di atas 2.000 kilometer persegi,” kata salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya. Hingga saat ini ribuan pengunjuk rasa masih bertahan di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.
(sms)
Berita Terkait
Mahasiswa Trisakti dan...
Mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul Gaungkan Kembali Tritura di Depan DPR RI
Mahfud MD Minta Demo...
Mahfud MD Minta Demo 11 April Tanpa Kekerasan dan Peluru Tajam
Dipukul Mundur, Mahasiwa...
Dipukul Mundur, Mahasiwa dan Pelajar Berhamburan ke Jalan Senen
Rusak Pos Polisi, Massa...
Rusak Pos Polisi, Massa di Tugu Tani Kocar-kacir Ditembaki Gas Air Mata
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Berita Terkini
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
35 menit yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
39 menit yang lalu
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
45 menit yang lalu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
50 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved