Awal Tahun, Kasus Narkoba di Kota Depok Meningkat 10 Kali Lipat
Kamis, 28 Februari 2019 - 22:04 WIB
Awal Tahun, Kasus Narkoba di Kota Depok Meningkat 10 Kali Lipat
A
A
A
DEPOK - Awal tahun 2019, kasus narkoba di Kota Depok mengalami peningkatan yang siginifikan. Pada Januari 2019 narkoba yang berhasil disita hanya 71 gram, namun bulan berikutnya melonjak jadi 735 gram.
Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana mengatakan operasi pengungkapan kasus narkoba selama dua bulan berhasil mengungkap sebanyak 28 kasus. Sedangkan tersangka yang diamankan sebanyak 35 orang terdiri dari kurir dan pengedar.
“Artinya satuan ini gencar melakukan pengungkapan dan menjaring Bandar serta kurirnya. Tercatat hingga Februari ini ada 28 kasus yang terungkap,” katanya di Polresta Depok, Kamis (28/2/2019).
Rata-rata tersangka yang diamankan berusia produktif. Bahkan ada beberapa diantaranya yang masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dari 28 kasus yang berhasil diungkap, pihaknya menyita sabu sebesart 735 gram dan ganja 15,8 gram.
“Kami pun terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peredarannya mulai dari sosialisasi hingga melakukan penangkapan,” ungkapnya.
Dari hasil pengungkapan yang dilakukan, mereka yang terjaring kebanyakan warga luar Depok. Mereka melintas ke Depok untuk mengantar barang pesanan. Dikatakan Arya bahwa Depok adalah daerah transit pengedar narkoba.
“Jadi bukan kampung narkoba ya. Dari kebanyakan yang kami tangkap memang di Depok tapi mereka itu warga luar Depok yang mengantar barang melintas Depok,” paparnya.
Ratusan gram sabu yang diamankan pihaknya itu diperkirakan bernilai miliaran rupiah. Barang haram itu merupakan pesanan dari luar Depok. Sedangkan barang didapat dari luar Depok juga. “Diperkirakan ini nilainya Rp 1,5 miliar,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra Tarigan.
TRQ (22) salah satu tersangka mengaku sudah lama menjadi kurir. Dia mendapat upah Rp6 juta untuk mengantar 500 gram sabu. Dari hasil menjadi kurir sabu, dirinya bisa membiayai hidup dan kuliah. “Uangnya buat kuliah. Saya nggak ada orang tua,” katanya.
Sedangkan FS, pria pengangguran, beralasan menjadi pengedar sabu lantaran butuh biaya untuk susu anak yang masih balita. FS merupakan pemain lama yang sempat vakum kembali menerjuni peredaran narkoba untuk kebutuhan susu anak.
Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana mengatakan operasi pengungkapan kasus narkoba selama dua bulan berhasil mengungkap sebanyak 28 kasus. Sedangkan tersangka yang diamankan sebanyak 35 orang terdiri dari kurir dan pengedar.
“Artinya satuan ini gencar melakukan pengungkapan dan menjaring Bandar serta kurirnya. Tercatat hingga Februari ini ada 28 kasus yang terungkap,” katanya di Polresta Depok, Kamis (28/2/2019).
Rata-rata tersangka yang diamankan berusia produktif. Bahkan ada beberapa diantaranya yang masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dari 28 kasus yang berhasil diungkap, pihaknya menyita sabu sebesart 735 gram dan ganja 15,8 gram.
“Kami pun terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peredarannya mulai dari sosialisasi hingga melakukan penangkapan,” ungkapnya.
Dari hasil pengungkapan yang dilakukan, mereka yang terjaring kebanyakan warga luar Depok. Mereka melintas ke Depok untuk mengantar barang pesanan. Dikatakan Arya bahwa Depok adalah daerah transit pengedar narkoba.
“Jadi bukan kampung narkoba ya. Dari kebanyakan yang kami tangkap memang di Depok tapi mereka itu warga luar Depok yang mengantar barang melintas Depok,” paparnya.
Ratusan gram sabu yang diamankan pihaknya itu diperkirakan bernilai miliaran rupiah. Barang haram itu merupakan pesanan dari luar Depok. Sedangkan barang didapat dari luar Depok juga. “Diperkirakan ini nilainya Rp 1,5 miliar,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra Tarigan.
TRQ (22) salah satu tersangka mengaku sudah lama menjadi kurir. Dia mendapat upah Rp6 juta untuk mengantar 500 gram sabu. Dari hasil menjadi kurir sabu, dirinya bisa membiayai hidup dan kuliah. “Uangnya buat kuliah. Saya nggak ada orang tua,” katanya.
Sedangkan FS, pria pengangguran, beralasan menjadi pengedar sabu lantaran butuh biaya untuk susu anak yang masih balita. FS merupakan pemain lama yang sempat vakum kembali menerjuni peredaran narkoba untuk kebutuhan susu anak.
(ysw)