Ini Tips dari Psikolog Mencegah Anak Gabung Geng Motor

Selasa, 19 Februari 2019 - 23:03 WIB
Ini Tips dari Psikolog...
Ini Tips dari Psikolog Mencegah Anak Gabung Geng Motor
A A A
JAKARTA - Tantangan orang tua zaman sekarang terbilang semakin berat menyusul fenomena geng motor beberapa tahun belakangan ini. Geng motor kerap berbuat onar dan bertindak kriminalitas sehingga sangat meresahkan masyarakat.

Banyak remaja yang nekat bergabung dengan sebuah kelompok motor tertentu demi ingin mendapat status atau pengakuan dari teman-temannya atau lingkungan sekitar. Untuk mencegah anak bergabung dengan geng motor, orang tua perlu meningkatkan perhatian.

Psikolog Rose Mini mengatakan, guna mengantisipasi agar remaja tidak terjerumus ke hal negatif, seperti masuk geng motor dan melakukan aksi kekerasan, si anak harus diberikan wadah untuk eksis. (Baca juga: Pelajar di Jakbar Terindikasi Jadi Geng Motor Sadis )

"Remaja harus diarahkan ke hal positif, seperti ikut karate atau kegiatan lainnya yang bisa membuat kemampuannya berkembang dan terus eksis," ujarnya pada SINDOnews, Selasa (19/2/2019).

Bagi remaja yang tidak berprestasi di sekolah, bisa mencarinya di luar kegiatan sekolah, seperti mengikuti kegiatan menari ataupun olahraga, sehingga eksistensinya terus ada dan identitas dirinya terbentuk lantaran memiliki kemampuan yang dihargai orang lain.

"Jadi, tidak perlu kemampuan itu diambil dari kelompok yang bergerak secara negatif untuk dapat penghargaan dari lingkungannya," tuturnya. (Baca juga: Psikolog: Remaja Masuk Geng Motor Ingin Terlihat Kuat dan Keren)

Bagi remaja yang telah terlanjur masuk penjara karena melakukan aksi kekerasan atau kriminalitas, juga harus tetap mendapatkan perhatian. Dengan begitu, saat dia bebas tidak lagi mengulangi perbuatannya yang serupa.

Rose menyebutkan, seorang remaja memilih lari ke pergaulan negatif bisa jadi karena di rumah atau lingkungannya, dia tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan, seperti perhatian dan arahan. Remaja itu lalu merasa lebih nyaman dengan menghabiskan waktu bersama teman-temannya meski ke arah negatif.

"Harus ada pengawasan dari lingkungan. Apalagi mereka masih di bawah umur, orang tuanya harus perketat pengawasan, akar permasalahannya harus diperbaiki, dan orang tua harus dipanggil untuk sama-sama mendidik si remaja itu. Bukan dimarahi karena kalau dimarahi artinya makin kabur," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Konvoi Remaja Bermotor...
Konvoi Remaja Bermotor di Daan Mogot Telan Korban, 1 Orang Tewas Disabet Senjata Tajam
Geng Motor Kembali Serang...
Geng Motor Kembali Serang Warga di Matraman, Gasak Satu Sepeda Motor
Geng Motor juga Membabi...
Geng Motor juga Membabi Buta di Daan Mogot, Pemotor Dihadang lalu Ditusuk
Dicari-cari Begal Motor...
Dicari-cari Begal Motor Ini Malah Berpapasan dengan Polisi yang Sedang Patroli
Tenteng Senjata Tajam,...
Tenteng Senjata Tajam, Sekelompok Remaja Bermotor Sisir Ruas Jalan Daan Mogot
Tawuran Geng Motor di...
Tawuran Geng Motor di Tambora Tewaskan 1 Orang, Polisi Ringkus 3 Pelaku
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
7 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved