22 Hektare Disiapkan untuk Pengembangan Budidaya Garam

Selasa, 19 Februari 2019 - 13:24 WIB
22 Hektare Disiapkan...
22 Hektare Disiapkan untuk Pengembangan Budidaya Garam
A A A
SERANG - Program minapolitan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang terus dilaksanakan di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara (Pontirta). Tahun ini segera direalisasikan program pengembangan budidaya garam di Desa Domas, Kecamatan Pontang atas bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, lahan yang akan disiapkan hingga 22 hektare dengan anggaran sekira Rp3 miliar. “Anggaran yang disiapkan tahun ini, termasuk untuk sarana prasarana. Fokus satu kawasan di Desa Domas, Kecamatan Pontang,” kata Suhardjo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang usai bertemu perwakilan KKP, Selasa (19/2/2019).

Terdapat sekira 15 desa pesisir dengan luas sekira 5.000 hektare yang potensial untuk mengembangkan budidaya komoditas bandeng, garam, dan rumput laut di kawasan Pontirta. Sudah terlihat sukses yakni pengembangan budidaya udang vaname di Desa Sukajaya, Domas, Wanayasa, Kubangpuji, Susukan, dan Tenjoayu. “Sesuai arahan Ibu Bupati, kawasan minapolitan akan terus dimaksimalkan berkembang,” ujarnya.

Tahun ini, KKP memberikan bantuan program pengembangan usaha garam rakyat terintegrasi ke Kabupaten Serang. Untuk mengefektifkan program ini, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa pernah belajar langsung budidaya garam ke Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh akhir tahun lalu. Kabupaten Pidie Jaya lebih dulu mendapat program pengembangan usaha garam rakyat terintegrasi.

Menurut Suhardjo, budi daya garam dilakukan sistem Teknologi Ulir Filter (TUF) dan pemasangan geomembran. Sehingga, sistem ini bisa menguntungkan bagi petani. Diperkirakan, seluas satu hektare tambak garam, bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp130 juta. “Sementara dengan sistem tradisional hanya Rp30 juta per hektare, atau produktivitasnya bisa naik hingga 400%,” ujarnya.

Kabid Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Serang Edi Ubaedi menambahkan, program KKP harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Program dilakukan dengan sistem integrasi terkait dengan manajemen pengelolaan lahan tambak oleh satu manajemen terhadap lahan yang dimanfaatkan untuk tambak garam. “Produksi garam dapat dilakukan sepanjang musim apabila meja kristalisasi dibuat dengan sistem tunnel. Jadi lebih menguntungkan,” ujarnya.
(akn)
Berita Terkait
Perangi Covid-19, PMI...
Perangi Covid-19, PMI Turunkan Gunner di Ibu Kota Banten
Hari Bhayangkara ke-74,...
Hari Bhayangkara ke-74, Pemkab Serang-Polri Perkuat Program Kampung Tangguh
Wisata Agro Waruwangi...
Wisata Agro Waruwangi Diresmikan, Mimpi Bupati Serang Terwujudkan
Diapresiasi DPR RI,...
Diapresiasi DPR RI, Bupati Serang Perjuangkan Nasib Honorer
Teriakan Takbir dan...
Teriakan Takbir dan Tangis Ratu Tatu Iringi Doa Ulama
Pemkot Bengkulu-Pemkab...
Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved