Merapi Luncurkan Guguran Lava, BPPTKG Imbau Radius 3 Km Dikosongkan

Sabtu, 09 Februari 2019 - 13:46 WIB
Merapi Luncurkan Guguran...
Merapi Luncurkan Guguran Lava, BPPTKG Imbau Radius 3 Km Dikosongkan
A A A
SLEMAN - Gunung Merapi yang ada di perbatasan Sleman, DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah terus menunjukkan aktivitasnya, Sabtu (9/2/2019). Balai penyelidikan dan pengembangan teknologi kebencanaan geologi (BPPTKG) mencatat dari pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 15 kali guguran dengan durasi 16-130 detik, 4 kali guguran di antaranya ke arah sungai Gendol denga jarak luncur 400-1.300 meter.

Guguran terakhir tercatat terjadi pada pukul 04.34 WIB ke arah sungai Gendol dengan jarak luncur 1.300 meter dengan durasi 130.24 detik. Visual gunung Merapi sendiri tidak nampak karena tertutup awan dan kabut. Untuk status Gunung Merapi masih level II (waspada). (Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Sejauh 2 KM, Sleman Tingkatkan Kewaspadaan )

Sedangkan Jumat (8/2/2019), untuk guguran tercatat 40 kali dengan durasi 6-93 detik. Satu kali guguran ke arah sungai Gendol dengan jarak luncur 500 meter dengan durasi 12-53 detik.

Atas kondisi ini, BPPTKG tetap merekomendasikan agar radius 3 kilometer (km) dari puncak Merapi dikosongkan dari aktivitas warga dan pendakian. Selain itu, warga yang berada di aliran sungai Gendol untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama bahaya lahar, apalagi saat terjadi hujan di puncak Merapi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman juga meminta masyarakat yang ada di lereng Merapi, baik yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III atau yang berada di atas 3 km untuk meningkatkan kewaspadaan.

Seksi Pengungsi dan Logistik BPBD Sleman Dwi Haryanto mengatakan peningkatkan kewaspaan ini penting. Sebab dengan meningkatkan aktvitas gunung Merapi tersebut, tentunya akan ada perubahan rekomendasi.Meskipun untuk mengeluarkan rekomendasi baru tentu memerlukan berbagai pertimbangan. Baik yang menyangkut dengan dampak sosial dan perekonomian. “Karena itu untuk mengeluarkan rekomendasi harus dikaji dengan matang,” kata Dwi.

Terkait peningkatan kewaspadaan ini, kata Dwi, jika terjadi perubahan rekomendasi, masyarakat sudah siap dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Namun yang jelas warga tetap diminta tenang dan mengikuti perkembangan dan informasi Merapi dari instansi yang
berwenang.

“Sampai saat ini kami belum menerima informasi perkembangan terbaru. Jika ada perkembagan segera akan kami informasikan,” paparnya.
(rhs)
Berita Terkait
Gunung Merapi Sudah...
Gunung Merapi Sudah Luncurkan Wedus Gembel Sebanyak 15 Kali
Gunung Merapi Kembali...
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,1 Km
Gunung Merapi Kembali...
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer
Status Merapi Meningkat...
Status Merapi Meningkat Level 3, Pemkab Sleman Gelar Rakor Penanganan
Merapi Siaga, Perumput...
Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM
Pengungsi di Barak Glagaharjo,...
Pengungsi di Barak Glagaharjo, Cangkringan Terus Bertambah Menjadi 196 Orang
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
8 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved