Hidup Sendiri, Janda Renta di Majalengka Ini Memprihatinkan

Rabu, 06 Februari 2019 - 14:09 WIB
Hidup Sendiri, Janda...
Hidup Sendiri, Janda Renta di Majalengka Ini Memprihatinkan
A A A
MAJALENGKA - Kondisi memprihatinkan dialami nenek renta berusia 82 tahun bernama Arkiyem. Di usianya yang sudah uzur, dia terpaksa harus tinggal di gubuk sempit dan reot seorang diri, di Lingkungan Sindang Sari, RT 06/03, kelurahan Sindang Kasih, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Pantauan SINDOnews, rumah berukuran sekitat 6x3 meter itu memang beratap genteng, seperti kebanyakan rumah yang ada di sekitarnya. Namun, dilihat secara keseluruhan, rumah itu jauh dari kata layak huni.

Dinding-dinding rumah mengunakan Plafom GRC, bukan batu bata seperti pada umumnya. Begitu juga bagian lantai. Jangankan keramik, rumah itu bahkan tidak menggunakan ubin, hanya ada tanah liat. Kondisi langi-langit semakin menguatkan kesan memprihatinkan itu.

Di bagian dalam rumah, terlihat pagar sebagai langit-langit. Itu pun tidak utuh, dan kondisinya sudah lapuk. Rumah sendiri dibagi menjadi dua bagian, yakni dapur dan ruang tidur. Tempat untuk kebutuhan buang air atau WC, tidak ditemukan di sana.

Selain dua kamar ruangan, rumah itu memang memiliki teras. Namun, beranda tersebut lagi-lagi sekadar teras, yang hanya dipenuhi oleh barang-barang hasil si nenek memulung.

Kondisi memprihatinkan Nenek Arkiyem seolah kian lengkap dengan statusnya sebagai penghuni tunggal. Di usianya yang selayaknya ditemani oleh orang-oramg tercinta, Arkiyem justru hidup sebatang kara. "Tidak punya anak, bapak (suami) meninggal. Sendirian saja," kata Nenek Arkiyem, dengan mwnggunkan bahasa Sunda, Rabu (5/2/2019).

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Arkiyem hanya mengandalkan Kapuk atau botol bekas yang ada di pekarangan. Itu pun jika kapuk atau botol-botol bekas itu ada, dan ada pihak pembeli. "Nyari kapuk dari kebun tetangga sama botol-botol bekas. Kapuk dijual satu karung, ya (harganya) sedikasihnya aja. Kalau nggak ada (kapuk dan botol), ya diem saja," papar dia.

Kegetiran nasib Arkiyem semakin terasa ketika memasuki musim hujan seperti sekarang ini. Dengan kondisi rumah seperti itu, tentunya tidak bisa melindungi bagian dalamnya dari cipratan dan rembasan air hujan. "Ya kalau hujan mah bocor," jelas dia.

Kondisi Arkiyem tersebut, mengundang keprihatinan dari warga sekitar. Meski pun tidak setiap hati, tetapi ada saja warga yang memberinya makan. "Kalau nggak ada yang ngasih, biasa dia ke rumah. Sebelumnya saya rutin ngirim makan ke sini, tapi karena suka ada yang ngasih, dia nya bilang 'tidak usah dikirim, nanti kalau nggak ada yang ngasih, saya ke rumah.' akhirna ya sudah, tidak rutin kirim lagi," kata ketua RT 06, Didi Muhdi.

Potret kehidupan Arkiyem sendiri sempat ramai jadi pembicaraan di facebook dalam beberapa hari terakhir, setelah ada yang mengunggah foto rumahnya. Walhasil, unggahan itu pun sukses mencuri perhatian dari banyak orang.

Lurah Sindang Kasih, Bendi Supriadi mengaku sudah menyampaikan kondisi salah satu warganya itu ke sejumlah Dinas. Masuk ke dalam program perbaikan Rutilahu, adalah salah satu goal yang ingin dicapai dari laporan itu.

"Kami sudah laporkan ke Dinsos, diajukan agar masuk ke dalam daftar penerima perbaikan Rutilahu. Selain itu, untuk sehari-hari kami ajukan juga ke program Rantang Kanyaah (program memberi makan untuk masyarakat tidak mampu dari Dinsos)," jelas dia.

Sementara, untuk kebutuhan sehari-hari, Arikyem bisa dikatakan di bawah tanggung jawab dari ketua RT setempat. Hal itu lantaran selama ini kebutuhan Arkiyem, seperti makan, memang dipenuhi ketua RT itu.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
7 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
8 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
9 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
9 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved