Anies Baswedan Minta Warga Tak Anggap Remeh Gejala DBD

Minggu, 03 Februari 2019 - 20:25 WIB
Anies Baswedan Minta...
Anies Baswedan Minta Warga Tak Anggap Remeh Gejala DBD
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengingatkan kepada seluruh warga yang merasakan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) agar tidak menganggap remeh kondisi kesehatannya.

Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta senantiasa cepat dan tanggap memberikan pelayanan maupun perawatan kesehatan gratis dan berkualitas baik kepada warga yang menderita DBD.

"Langsung datangi puskesmas (pusat kesehatan masyarakat). Periksakan diri dan jangan ditunda. Barusan saya ke IGD kita, ada salah satu contoh anak-anak yang mengalami gejala DBD, tidak langsung ditangani sampai terjadi berpotensi berkepanjangan. Ini hanya bisa dilakukan kalau orang tua, saudara, tetangga (cepat tanggap akan gejala) seperti DBD untuk diperiksa," kata Anies di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).

Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai gerakan bersama antara warga Jakarta, kata dia, Pemprov DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dini serta tindak lanjut guna mengantisipasi KLB DBD di Jakarta antara lain; Menyebarluaskan informasi ke masyarakat menggunakan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) atau media sosial yang ada, tentang waspada DBD dan pengendaliannya, yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Peningkatan sistem kewaspadaan dini Penyakit DBD, melalui penguatan jejaring pelaporan kasus berbasis Rumah Sakit. Saat ini, Pemprov Jakarta DKI bekerja sama dengan BMKG dalam pengembangan model prediksi angka DBD berbasis iklim yang dapat diakses melalui http://bmkg.dbd.go.id/. Pemodelan ini merupakan bentuk sistem kewaspadaan dini yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat dalam rangka antisipasi.

Melakukan upaya-upaya pengendalian DBD dengan kegiatan sebagai berikut: Melakukan peningkatan PSN 3 M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD plus kegiatan lainnya dalam mengurangi gigitan nyamuk.

Pemeriksaan jentik oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik) minimal seminggu sekali, biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat. Peningkatan Peran Jumantik Cilik/Jumantik Sekolah dalam kegiatan PSN baik di sekolah maupun tempat tinggalnya. Pemutusan mata rantai penularan dengan fogging, fokus pada kasus DBD dengan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) positif.

Peningkatan kerja sama lintas sektoral, khususnya pengelola gedung pada tujuh tatanan (pemukiman, perkantoran, tempat-tempat umum, tempat pengelolaan makanan, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas olah raga) dalam pelaksanaan PSN.

Menginstruksikan semua fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar. (Baca juga: Kunjungi Pasien di RSUD, Anies Sebut Ada 876 Kasus DBD di Jakarta )

Mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan melaksanakan PSN 3 M Plus di tempat tinggal masing-masing minimal seminggu sekali, diantaranya Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, tempayan, penampungan air minum, penampungan air buangan AC, ember, drum dan lain-lain.

Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air, seperti gentong air, tempayan, dan lain-lain. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Menutup lubang-lubang pada pohon, bambu, pagar rumah dengan tanah atau lainnya. Mengganti air di vas bunga, tempat minum burung dan sejenisnya.

Menaburkan larvasida atau memelihara ikan pemakan jentik pada tempat yang sulit dikuras. Menanam tanaman yang tidak disuka nyamuk. Mengupayakan ventilasi dan pencahayaan yang cukup dalam ruangan. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian. Memakai repellent yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
(mhd)
Berita Terkait
Masuk Musim Pancaroba,...
Masuk Musim Pancaroba, Pemprov DKI Minta Warga Waspada DBD
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Waspada! Kasus DBD di...
Waspada! Kasus DBD di Jakpus Meningkat, Naik 25 Kasus dalam 3 Hari
Takeda Dukung Peringatan...
Takeda Dukung Peringatan Hari Dengue Asean 2024 demi Indonesia Bebas Kematian Akibat DBD 2030
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
3 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
3 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
4 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
4 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
5 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Mutiara Annisa Baswedan,...
Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Beasiswa LPDP ke Harvard
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved