Kerap Kecelakaan, Pemkab Bogor Akan Buat Jalur Khusus Angkutan Tambang
Kamis, 31 Januari 2019 - 16:00 WIB
Kerap Kecelakaan, Pemkab Bogor Akan Buat Jalur Khusus Angkutan Tambang
A
A
A
BOGOR - Beberapa kali kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut hasil tambang tipe c kerap menimbulkan korban jiwa di Jalan Raya Parung Panjang-Tangerang, Pemkab Bogor berencana membuat jalur khusus. Nantinya, jalur tersebut khusus digunakan untuk truk pengangkut hasil tambang tipe c.
Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, solusi atas konflik karena kemacetan, debu hingga kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Parung Panjang adalah dibuatnya jalur khusus tambang.
"Saya kira keberadaan jalur khusus tambang ini memang sudah mendesak. Apalagi seringnya terjadi kecelakaan dan banyaknya keluhan masyarakat terkait truk tersebut. Sehingga tak hanya cukup pembatasan jam operasionalnya saja," jelasnya kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).
Ia mengaku wacana pembangunan jalur tambang di kawasan Parung Panjang ini sudah dilakukan terus, diantaranya belum lama ini pihaknya telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Senin 28 Januari 2019 lalu membahas infrastruktur ini. (Baca: Lagi Parkir Motor, Kakek Oji Tewas Terlindas Truk Tambang di Bogor )
"Namun, kita tidak ingin terus berharap pada anggaran negara untuk membangun itu. Ya, kita juga masih buka peluang untuk investor. Mungkin bisa mengajak para pengusaha tambang yang beroperasi di Kabupaten Bogor dalam pembangunannya," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya memastikan, rencana pembangunan jalur khusus tambang ini sudah masuk dalam tahap perencanaan Pemprov Jawa Barat.
"Jadi sekarang itu tinggal siapa yang mau membangun. Bisa pakai anggaran negara atau dari swasta. Lihat nanti. Perencanaannyakan dari provinsi. Sekarang kita fokus pada jam operasional truk saja dulu," katanya.
Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, solusi atas konflik karena kemacetan, debu hingga kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Parung Panjang adalah dibuatnya jalur khusus tambang.
"Saya kira keberadaan jalur khusus tambang ini memang sudah mendesak. Apalagi seringnya terjadi kecelakaan dan banyaknya keluhan masyarakat terkait truk tersebut. Sehingga tak hanya cukup pembatasan jam operasionalnya saja," jelasnya kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).
Ia mengaku wacana pembangunan jalur tambang di kawasan Parung Panjang ini sudah dilakukan terus, diantaranya belum lama ini pihaknya telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Senin 28 Januari 2019 lalu membahas infrastruktur ini. (Baca: Lagi Parkir Motor, Kakek Oji Tewas Terlindas Truk Tambang di Bogor )
"Namun, kita tidak ingin terus berharap pada anggaran negara untuk membangun itu. Ya, kita juga masih buka peluang untuk investor. Mungkin bisa mengajak para pengusaha tambang yang beroperasi di Kabupaten Bogor dalam pembangunannya," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya memastikan, rencana pembangunan jalur khusus tambang ini sudah masuk dalam tahap perencanaan Pemprov Jawa Barat.
"Jadi sekarang itu tinggal siapa yang mau membangun. Bisa pakai anggaran negara atau dari swasta. Lihat nanti. Perencanaannyakan dari provinsi. Sekarang kita fokus pada jam operasional truk saja dulu," katanya.
(ysw)