14 Hari Tanggap Darurat Bencana di Sulsel, 69 Meninggal dan 7 Hilang

Senin, 28 Januari 2019 - 19:22 WIB
14 Hari Tanggap Darurat...
14 Hari Tanggap Darurat Bencana di Sulsel, 69 Meninggal dan 7 Hilang
A A A
MAKASSAR - Guna mempermudah dan mempercepat penanganan bencana banjir, longsor, puting beliung, dan abrasi di wilayah Sulawesi Selatan, maka Gubernur Sulsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari yaitu tanggal (23/1/2019) hingga (6/2/2019).

Status tanggap darurat dapat diperperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan penetapan status darurat oleh Gubernur maka ada kemudahan akses, baik penggunaan anggaran dari alokasi belanja tak terduga di APBD dan penggunaan dana siap pakai di BNPB.

"Selain itu juga kemudahan akses pengerahan personel, logistik, peralatan, pengadaan barang dan jasa serta adminsitrasi. Intinya adalah agar penanganan dampak bencana dapat dilakukan cepat, tepat dan akurat," ujar Sutopo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews.

Dikatakan, Penanganan darurat masih terus dilakukan di Sulsel. Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana dilakukan.

"Bencana banjir, longsor dan putting beliung terjadi di 201 desa di 78 kecamatan tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. Dampak bencana per 28/1/2019 tercatat 69 orang meninggal, 7 orang hilang, 48 orang luka-luka, 9.429 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 559 unit rumah rusak (33 unit hanyut, 459 rusak berat, 37 rusak sedang, 25 rusak ringan, 5 tertimbun), 22.156 unit rumah terendam, 15,8 km jalan terdampak, 13.808 Ha sawah terdampak, 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 Fasilitas Pemerintah, dan 65 unit sekolah," jelasnya.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, sebagian besar banjir sudah surut di daerah. Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumahnya, namun sebagian masih tinggal di pengungsian.

"Masyarakat yang berada di pengungsian karena rumahnya rusak berat, mengaku merasa lebih nyaman di pengungsian karena takut adanya banjir dan longsor susulan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Sudah Dua Bulan, Ribuan...
Sudah Dua Bulan, Ribuan Rumah Warga di Wajo Terendam Banjir
Bencana Banjir-Longsor...
Bencana Banjir-Longsor Imbas Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan
Banjir Wajo Makin Parah,...
Banjir Wajo Makin Parah, Ribuan Rumah Terendam hingga Tiga Meter
Beda Nasib! Perjuangan...
Beda Nasib! Perjuangan Anak dan Ayah di Jeneponto saat Longsor Menerjang
Banjir Bandang di Wajo...
Banjir Bandang di Wajo Meluas, 50.287 Jiwa Krisis Makanan
Update Banjir dan Longsor...
Update Banjir dan Longsor di Sulsel, BNPB: 13 Orang Meninggal Dunia
Berita Terkini
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
36 menit yang lalu
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
1 jam yang lalu
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
2 jam yang lalu
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
3 jam yang lalu
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
4 jam yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved