Kunjungi Lokasi Bencana, Wapres Perintahkan Perbaikan Infrastruktur

Senin, 28 Januari 2019 - 03:00 WIB
Kunjungi Lokasi Bencana,...
Kunjungi Lokasi Bencana, Wapres Perintahkan Perbaikan Infrastruktur
A A A
MAKASSAR - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memerintahkan sejumlah menteri dan semua kepala daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk segera menanggulangi kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir dan longsor . Dalam kunjungannya ke Sulsel, JK memboyong dua menteri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) .

JK dan rombongan menteri meninjau lokasi bencana di Kabupaten Gowa , Minggu (27/1/2019). JK juga memimpin rapat koordinasi penanggulangan banjir dan tanah longsor di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, di Kota Makassar . Selain Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA), juga hadir seluruh bupati dan wali kota terdampak.

Di antaranya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Bupati Barru Suardi Saleh, dan lainnya. (Baca Juga: Banjir Sulsel, 59 Orang Meninggal, 25 Hilang dan Ribuan Mengungsi )

Menteri yang ikut dalam kunjungan JK yakni Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Doni Monardo, serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto.

JK bersama Gubernur Sulsel dan rombongan juga meninjau Bendungan Bili-bili untuk melihat kondisi waduk yang selama ini ramai diberitakan pasca-banjir. Selain itu, para menetri melihat langsung kondisi jembatan penghubung Desa Tanakaraeng-Moncongloe, Kecamatan Parangloe yang ambruk. (Baca Juga: Ribuan Korban Bencana di Sulsel Masih Ngungsi, 68 Tewas dan 7 Hilang )

Mensos memastikan memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor. Dari data BPBD Sulsel hingga 26 Januari, korban meninggal sudah mencapai 68 orang. "Pertama saya ingin melihat apa yang terjadi karena itu, maka program yang segera ialah membantu korban yang meninggal. Dari kemsos akan segera dibantu santunan Rp15 juta perorang," kata JK saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur Sulsel.

Bukan hanya Kemensos, JK juga memerintahkan Kementerian PUPR melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Kemudian BNPB diminta membantu perbaikan rumah dengan nominal Rp5 hingga Rp10 juta perunit.

Sementara Pemprov diberi tugas melakukan reboisasi hutan lindung yang telah mengalami alih fungsi lahan, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BNPB. (Baca Juga: Diguyur Hujan Lagi, Banjir di Kendal Meluas )

"Kedua, semua fasilitas umum dari jembatan, bendung akan segera diperbaiki oleh Kementerian PU dan itu bersama-sama pak gubernur," sambung JK didampingi Nurdin.

Untuk mencegah bencana serupa, JK meminta pemerintah mengupayakan revitalisasi lahan yang telah dirambah kembali menjadi hutan lindung. Diakui butuh waktu setidaknya tiga tahun untuk menumbuhkan kembali pohon-pohon yang dapat menguatkan struktur tanah.

Wapres mengakui kondisi Bendungan Bili-bili saat ini tidak optimal menampung seluruh air dari hulu DAS Jeneberang lantaran tingginya sedimentasi. Katanya, sedimen itu pun diakibatkan kerusakan lingkungan di hulu Bawakaraeng. Sehingga akan dilakukan pengerukan kedepan.

Upaya lain mencegah banjir akibat luapan Bendungan Bili-bili, pemerintah pusat bakal mempercepat realisasi Bendungan Jenelata yang terletak di Kecamatan Manuju. Renacana itu dibenarkan JK seusai menggelar rapat koordinasi kemarin.

Sedangkan menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang Teuku Iskandar mengatakan, pemerintah telah memperoleh sumber dana untuk merealisasikan Bendungan Jenelata. Kata dia, China telah menyetujui pemberian bantuan berupa utang luar negeri (LUN) senilai Rp1,4 triliun.

"Informasi yang kita terima bahwa Jenelata itu dibantu dengan bantuan luar negeri dari China. Sekitar Rp1,4 triliun kira-kira. Bantuan LUN, murni dari China semua," katanya.
(rhs)
Berita Terkait
Bencana Banjir-Longsor...
Bencana Banjir-Longsor Imbas Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan
Beda Nasib! Perjuangan...
Beda Nasib! Perjuangan Anak dan Ayah di Jeneponto saat Longsor Menerjang
Kerahkan Alat Berat,...
Kerahkan Alat Berat, Brantas Abipraya Tanggap Bencana
Banjir dan Lonsor Melanda...
Banjir dan Lonsor Melanda Dua Kabupaten di Sulawesi Selatan, 94 KK Terdampak
Seorang Anak Mencari...
Seorang Anak Mencari Ayahnya yang Hilang Diterjang Longsor
Update Banjir dan Longsor...
Update Banjir dan Longsor di Sulsel, BNPB: 13 Orang Meninggal Dunia
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
3 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
5 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
7 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
7 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
7 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
8 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved