Kisah Driver Ojol Awal Tahun, Mulai Heroik hingga Memalukan

Sabtu, 26 Januari 2019 - 03:27 WIB
Kisah Driver Ojol Awal...
Kisah Driver Ojol Awal Tahun, Mulai Heroik hingga Memalukan
A A A
JAKARTA - Transportasi online, terutama ojek online (ojol) telah menjadi fenomena baru di Indonesia. Mereka banyak membantu aktivitas masyarakat termasuk peningkatan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Dan kisah para pengemudi ojol ini selalu menjadi perhatian di masyarakat, baik yang heroik sampai yang memalukan.

Dari cerita heroik, driver Go-Jek di Palembang, Sumatra Selatan, berhasil menyelematkan dua anak yang nyaris tenggelam di sungai. Driver Go-Jek yang dimaksud adalah Susanto. Meski sadar diri tak bisa berenang, dia tetap nekat menceburkan diri ke sungai yang bermuara di Sungai Musi tersebut.

"Saya nekat karena anak itu butuh bantuan. Saya senang akhirnya anak itu bisa selamat," katanya. Susanto mengaku sampai dua kali menyelam untuk mencari posisi bocah tersebut. Terlebih dasar sungai cukup dalam mencapai dua meter.

Beruntung, upayanya membuahkan hasil. Tubuh anak itu ditemukan di dasar sungai dan segera ditarik ke tepi. Dia pun tak mempedulikan lagi jaket Go-Jek yang basah kuyup. Termasuk juga sepatunya yang hilang di sungai lantaran tak sempat dilepaskan.

"Pulang dulu ganti baju, nanti ngojek lagi. Orderan bisa dicari, sepatu bisa dibeli. Saya iklas menolong nyawa bocah itu," tukas Susanto. Aksi Susanto ini menambah daftar panjang kepedulian driver Go-Jek pada lingkungan sekitar.

Sebelumnya pernah terjadi aksi driver Go-Jek di Tasikmalaya menolong korban kebakaran yang sempat viral di media sosial. Di foto yang dibagikan di Facebook tersebut terlihat sejumlah driver GOJEK berupaya mengevakuasi korban dari rumah yang dilalap api.

Di Jakarta, ada Deni Pamungkas yang berinisiatif mengajak rekan-rekan sesama ojek online membuat gerakan bersih ranjau paku (GBRP). Gerakan ini bertujuan untuk menekan aksi kriminalitas di jalan raya bermodus ranjau paku.

"Ranjau paku sudah sangat mencemaskan dan menjadi masalah serius bagi pengguna jalan," katanya kepada awak media, Jumat (25/1/2019).

Tidak melulu positif, aksi memalukan mitra ojol sampai harus diringkus polisi juga terjadi di awal tahun ini. Yulianto (40), mitra ojol Grab di Jombang, Jawa Timur, dilaporkan telah melakukan tindakan pencabulan kepada penumpangnya yang merupakan perempuan berusia 14 tahun pada 22 Januari 2019.

"YT (Yulianto) kami amankan. Kasusnya ditangani di unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," terang Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, saat pemaparan kasus tersebut (22/1).

Kasus asusila itu, menurutnya, terjadi ketika pelaku menjemput korban di wilayah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang Kota, sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (18/1/2019). Korban hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Peterongan, usai belajar kelompok di rumah temannya.

"Karena tidak ada yang jemput, korban pesan ojek online Grab lewat aplikasi di ponselnya," Azi mengisahkan. Saat akhirnya sang ojol Grab datang, proses berlangsung normal. Sampai akhirnya korban diajak ke sebuah tempat nongkrong dan awalnya ajakan itu ditolak.

Korban akhirnya menyetujui ajakan pelaku setelah terus dirayu. Kesempatan itu pun dimanfaatkan pelaku. Untuk laporan ke perusahaan agar terlihat sudah mengantarkan penumpang sampai tujuan, pelaku melajukan kendaraan sampai dekat rumah korban.

"Namun tidak sampai rumah korban, pelaku berhenti dan mengkonfirmasi aplikasinya, pelanggan telah sampai ke tujuan. Selanjutnya aplikasi dimatikan," Azi memaparkan.

Selanjutnya pelaku membonceng korban ke rumah kakaknya di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Jombatan. "Alasannya akan mandi dahulu sebelum ngopi," bebernya.

Tak curiga, korban santai saja saat diajak pelaku masuk ke rumah. "Kebetulan korban juga perlu nge-'charge' ponselnya," kata Azi.

Pelaku yang sudah tak sabar lantas menggiring korban masuk ke dalam kamar. "Di dalam kamar itulah, pelaku menidurkan korban di kasur lalu melakukan tindakan asusila," bebernya.

Mendapat pelakuan seperti itu, korban memberontak dan mengancam berteriak-teriak minta tolong. "Akhirnya pelaku ketakutan dan menghentikan perbuatannya," imbuhnya. Korban segera menghubungi teman-temannya minta dijemput, dilanjutkan menghubungi petugas.
(whb)
Berita Terkait
Rencana Kenaikan Tarif...
Rencana Kenaikan Tarif Ojek Online hingga 15 Persen
10 Istilah Dunia Ojek...
10 Istilah Dunia Ojek Online, Nomor 8 Paling Ditakuti Driver Ojol
Pemprov DKI Berencana...
Pemprov DKI Berencana Kenakan Pajak untuk Ojek Online
Suka Duka Hidup di Dunia...
Suka Duka Hidup di Dunia Ojol, Diajak Kenalan hingga Orderan Fiktif
Kronologis Driver Ojek...
Kronologis Driver Ojek Online Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama Jaksel
Pertamina Gelar Kompetisi...
Pertamina Gelar Kompetisi Riders Ojol di Area Semarang
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved