Jabat Kapolda Metro, Gatot Harus Bisa Berantas Isu SARA Saat Pemilu

Selasa, 22 Januari 2019 - 18:17 WIB
Jabat Kapolda Metro,...
Jabat Kapolda Metro, Gatot Harus Bisa Berantas Isu SARA Saat Pemilu
A A A
JAKARTA - Tugas berat disandang Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono untuk menciptakan kondisi aman dan terbebas dari SARA dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 di Ibu Kota. Namun Gatot diyakini mampu menciptakan situasi kondusif tanpa isu SARA di Ibu Kota saat perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pengalaman dan pemikiran Gatot sebagai doktor krimonologi menjadi alasannya. Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Gatot juga telah mengenal dengan baik karakter kehidupan maupun kriminalitas di ibu kota. Lulusan Akpol 88 ini sempat menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan pada 2009 dan kemudian dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di 2011.

Berbicara pendidikan dan konsep pemikiran, Gatot Eddy yang pada tahun 2015 masih berpangkat Brigjen berhasil meraih gelar Doktor Kriminologi Universitas Indonesia (UI). Gatot meraih gelar itu dengan mempertahankan disertasi berjudul "Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta)". Ormas yang menjadi subjek penelitian Gatot adalah Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila, Forkabi, dan Kembang Latar.

“Saya yakin Irjen Gatot Eddy Pramono sebagai Kapolda Metro Jaya nantinya akan mampu mengamankan stabilitas di Ibu Kota, khususnya saat Pemilu Serentak 17 April mendatang. Gatot memiliki rekam jejak bagus dalam pengalaman maupun akademisi. Dia mengenal karakter Jakarta sejak menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” kata Sahroni dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa (22/1).

Politisi NasDem ini menambahkan, pengalaman Gatot sebagai Kepala Satgas Nusantara sejak awal 2018 akan berdampak positif pada penanganan potensi gangguan gangguan Kantibmas dalam pesta demokrasi di Ibu Kota. Bermodalkan kemampuan tersebut, Sahroni berharap Gatot mampu mengeliminir isu SARA sehingga dinamika politik saat Pilkada DKI yang sarat dengan isu agama tak terulang di Pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

“Pilkada DKI 2017 yang masih memunculkan isu SARA sehingga menciptakan dinamika politik dan melemahkan hubungan bermasyarakat menjadi pelajaran. Ini adalah tantangan Kapolda Metro Jaya dalam mengamankan Ibu Kota saat Pemilu serentak. Saya berharap dan optimistis Gatot dengan berbagai pengalamannya mampu mengeliminir isu SARA di Ibu Kota,” tutur Sahroni.

Selain sosok Kapolda Metro Jaya, profil lain yang menjadi sorotan Sahroni dalam mutasi Polri kali ini adalah Kabareskrim yang dijabat Irjen Pol Idham Azis. Sebelumnya Idham merupakan Kapolda Metro Jaya. Sahroni memandang Idham sangat layak mendapat kepercayaan sebagai Kabareskrim. “Keberhasilan mengamankan Polda Metro Jaya sejak menggantikan Irjen M Iriawan menjadi salah satu bukti kinerjanya,” jelasnya.

Ketegasan Idham dalam memimpin diharapkan Sahroni menjadi modal penting dalam membenahi dan meningkatkan kinerja Bareskrim. Isu adanya oknum bermain kasus maupun tebang pilih penanganan perkara yang saat ini masih tergambar di benak masyarakat diharapkan menghilang.

“PR terbesar Kabareskrim adalah membuktikan kepada masyarakat tak ada tebang pilih dalam penanganan perkara. Kabareksrim harus mampu memperlihatkan profesionalisme dan integritas jajarannya,” tandasnya.

Sahroni mengingatkan Idham sebagai pimpinan tertinggi Reserse Kriminal dapat terus memacu kinerja jajarannya di Direktorat IV Narkoba untuk menjadikan Indonesia tak lagi menjadi surga para bandar narkoba.

“Kinerja baik dalam pemberantasan narkoba harus terus ditingkatkan. Kerja sama dengan berbagai instansi ataupun elemen dalam pengawasan penyelundupan dan pabrik pembuat narkoba harus dimaksimalkan agar peredaran zat terlarang ini semakin menghilang. Tindak tegas oknum yang bermain dalam penanganan kasus atau bekerjasama dengan para bandar,” imbau Sahroni seraya mengingatkan pentingnya pemantauan narkoba jenis terbaru yang muncul di masyarakat.
(poe)
Berita Terkait
Polda Metro Jaya, Kantor...
Polda Metro Jaya, Kantor Besar Kepolisian Jakarta yang Dulunya Berlokasi di Medan Merdeka Barat
Dirlantas Polda Metro...
Dirlantas Polda Metro Jaya Jenguk Polisi Korban Pengeroyokan
Kapolda Metro Jaya Pimpin...
Kapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Sertijab Kapolres hingga Wakapolda
Fadil Imran Pimpin Sertijab...
Fadil Imran Pimpin Sertijab Pejabat Polda Metro, Kombes Hengki Resmi Jabat Direskrimum
Kapolda Metro Pimpinan...
Kapolda Metro Pimpinan Sertijab 4 Pejabat Utama, Ini Nama-namanya
Kapolda Metro Irjen...
Kapolda Metro Irjen Karyoto Pimpin Sertijab Kabid Humas dan 3 Kapolres
Berita Terkini
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
14 menit yang lalu
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
1 jam yang lalu
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
2 jam yang lalu
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
14 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
15 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved