DBD Mulai Mewabah di Gorontalo

Selasa, 22 Januari 2019 - 15:01 WIB
DBD Mulai Mewabah di...
DBD Mulai Mewabah di Gorontalo
A A A
GORONTALO - Sejak lima tahun terakhir hingga sekarang, tercatat sudah 14 jiwa meninggal akibat Demam Berdara Dengue (DBD), di Kota Gorontalo. Kasus ini terkuak di tengah rapat koordinasi lintas sektor, dipimpin Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Rabu 16 Januari lalu.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, pada 2015 silam tercatat 71 kasus, dengan jumlah kematian 4 jiwa. Sama halnya tahun 2016, memiliki 4 kematian, dan jumlah kasus meningkat sampai 153 kasus. Memasuki 2017, jumlah kasus menurun ke angka 76, demikian pula kematian yang hanya 1 jiwa. Tapi tidak di 2018 kemarin, angka kematian melonjak sampai 3 jiwa, dan kasusnya menembus 124 kasus DBD. Parahnya, belum juga masuk awal tahun di 2019, DBD di Kota Gorontalo sudah mencapai 7 kasus. Dengan jumlah kematian, dua jiwa.

"Dari 7 kasus, terdapat 15 orang berkategori suspek. Dan kelurahan yang menjadi sasaran fogging, diantaranya. Kelurahan Pohe, Kelurahan Tenilo, Kelurahan Molositaf W dan terakhir Kelurahan Pilolodaa," kata Kadis Kesehatan Kota Gorontalo, Nur Albar Finasim.

Kesadaran merawat kebersihan rumah dan halaman sekitar, melalui 3 M plus merupakan langkah paling bijak untuk dilakukan. Sehingga nyamuk aedes aegypti, pemicu DBD tidak berkembang biak. Imbauan ini menyikapi fenomena, mulai merebaknya kasus DBD di Kota Gorontalo akhir-akhir ini.

"Semua harus paham, akar masalah penyakit DBD muncul dari masalah lingkungan. Untuk mencegahnya, warga harus memperhatikan kebersihan sekitar rumah," ungkap Nur Albar.

Berdasarkan stratifikasi wilayah penyebaran DBD, wilayah yang termasuk endemis DBD, hampir terdapat di seluruh wilayah. Kecuali Kelurahan Botu dan Tanjung Keramat, yang dinyatakan bebas DBD.

Apabila ada warga yang terindikasi DBD di suatu wilayah, petugas akan diturunkan melakukan investigasi. Bila hasilnya positif, akan segera dilakukan fogging (penyemprotan) sekitar 100 rumah. Fogging ini diperlukan untuk membunuh nyamuk dewasa.

"Tetapi, perlu diingat, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa, tidak dengan jentiknya," kata Nur Albar.
(sms)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved