Seorang Pemabuk Luka Parah Tertembak Senpi Rakitannya Sendiri

Senin, 07 Januari 2019 - 18:01 WIB
Seorang Pemabuk Luka...
Seorang Pemabuk Luka Parah Tertembak Senpi Rakitannya Sendiri
A A A
TANGERANG - Seorang pemabuk, Ade Raihan Muslim, remaja asal Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang terluka parah setelah betisnya tertembak senjata api rakitannya sendiri. Korban yang tertembak di betis kiri kini mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciledug.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pada Senin 31 Desember 2018 pihaknya mendapat laporan dari RS Sari Asih, bahwa ada korban penembakan.

"Petugas lalu mendatangi RS Sari Asih dan bertemu dengan orang tua Ade, dan temannya Suhendri, katanya Ade jadi korban penembakan," kata Ferdy, kepada Koran SINDO, di Polres Tangsel, Senin (7/1/2019).

Dijelaskan dia, korban ditembak di Jalan Raya Bintaro, depan apartemen Altiz, Pondok Aren. Petugas lalu datang ke lokasi, dan mendapat cerita yang berbeda berdasarkan keterangan saksi di lokasi.

"Setelah dilakukan pengecekan, korban yang tertembak di bagian kaki ternyata akibat perbuatannya sendiri," jelasnya.

Saat peristiwa itu terjadi, Ade sedang asyik nongkrong dan mabuk-mabukan. Diduga, saat sedang mabuk itulah, Ade secara tidak sengaja menembakan pistol buatannya sendiri, hingga kakinya terluka cukup parah.

"Setelah informasi itu dikonfrontir, ternyata Ade mengakui perbuatannya dan mengarang cerita bohong. Tersangka juga mengakui, bahwa senpi rakitan itu miliknya dan buatannya sendiri," ungkap Ferdy lagi.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka Ade, didapati dua pucuk senjata api rakitan, berikut pelor yang dibuatnya sendiri dari barang-barang rongsokan.

"Jadi, pengetahuan merakit senjata ini oleh tersangka didapat dari belajar di internet, dan dilakukan secara otodidak. Selanjutnya, senpi dan peluru rakitan itu, akan kami serahkan ke Mabes Polri," paparnya.

Sementara itu, Ade mengaku, dalam satu minggu, dirinya bisa membuat satu pucuk senjata api rakitan. Senjata api itu dibuat dari bahan rongsokan di belakang rumah.

"Belajar dari internet secara otodidak. Tidak beli, gratis. Diambil dari belakang rumah. Lalu, saya rakit sendiri. Pelurunya juga. Tidak ada mesiunya tapi dampak ledakannya cukup keras," sambungnya.

Dilanjutkan Ade, senjata api rakitan itu dibuat untuk gagah-gagahan dan belum dijual ke pasaran. Senjata itu juga masih belum digunakan menembak orang.

"Untuk gagah-gagahan saja. Saya lagi mabuk tiba-tiba saja meletus dan mengenai kaki saya," tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Pemusnahan 432 Puncuk...
Pemusnahan 432 Puncuk Senjata Api Rakitan Hasil Operasi Senpi di Sumsel
Polda Sumsel Musnahkan...
Polda Sumsel Musnahkan 532 Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Pendek
Jadi Perakit Senjata...
Jadi Perakit Senjata Api Sejak 2014 Tahun, Sabtudin Baru Ditangkap
Rakit Senpi Ilegal,...
Rakit Senpi Ilegal, Guru SMP Swasta di Malang Diamankan Polda Jatim
Kesal Selalu Campuri...
Kesal Selalu Campuri Urusan Rumah Tangganya, Menantu Letuskan Senpi ke Mertua
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
11 menit yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
23 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Los Angeles,...
Kebakaran Los Angeles, Tragedi Paling Parah dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved