Penggunaan Kantong Plastik di Jakarta Harus Dihentikan

Senin, 07 Januari 2019 - 02:29 WIB
Penggunaan Kantong Plastik...
Penggunaan Kantong Plastik di Jakarta Harus Dihentikan
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memilih merevisi aturan sebelum melarang penggunaan kantong plastik kepada masyarakat. Karena larangan Penggunaan kantong plastik harus dilakukan secara masif guna menjaga ligkungan.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik. Menurutnya, permasalahan sampah plastik yang mencapai sekitar 2.000 ton perhari di Jakarta harus ditangani.

Sebab, kata dia, sampah plastik sulit terurai dalam jangka waktu ratusan tahun. Bahkan penggunaan plastik bisa mengancam lingkungan seperti kehidupan biota-biota laut dan plankton.

“Lihat di Tempat Sampah Terpadu Bantar Gebang, gunungan sampah plastik tidak hancur di tengah sampah lain yang membusuk. Ini soal kemauan bukan peraturan,” kata Taufik saat meluncurkan gerakan mengganti kantong plastik dengan kantong kertas ramah lingkungan ini dilakukan di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jalan Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019).

Ketua Seknas Prabowo-Sandi itu menjelaskan, melalui gerakan gerakan masyarakat seperti yng dilakukannya, membuat masyarakat lainnya sadar betapa bahayanya sampah kantong plastik.

Untuk itu, Mulai Senin (7/1/2019) ratusan relawan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) akan menyerbu pasar tradisional di Pekan Baru, Jakarta, dan Semarang untuk melaksanakan gerakan anti kantong plastik diganti dengan kantong kertas yang ramah lingkungan.

Sebagai langkah kongkret Seknas Prabowo-Sandi mengurangi sampah plastik, Taufik menyebut telah menyediakan dan siap menyebarkan 20 ribu tas kertas sebagai pengganti, ke semua pedagang di pasar tradisional di Pekan Baru, Jakarta dan Semarang. Sebab, jika sampah platik tidak dihentikan efeknya buruk sekali terhadap lingkungan dan generasi kita kedepan.

“Mudah-mudahan ini merangsang semua orang untuk sama-sama bergerak menjaga lingkungan. Mudah-mudahan dalam tiga hari habis, kita cetak lagi," ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini Seknas akan menyasar ke dermaga dermaga penyeberangan ke Pulau Seribu. Sebab, di sana sampah plastiknya sudah sangat mengkhawatirkan. "Semua yang akan menyebrang akan ditukar plastiknya dengan kantong ini secara gratis," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Lebaran, Volume Sampah...
Lebaran, Volume Sampah Warga Jakarta Menurun
Imbas Aksi May Day 2023,...
Imbas Aksi May Day 2023, Pemprov DKI Jakarta Angkut 30 Ton Sampah
Pemprov DKI Bakal Kerahkan...
Pemprov DKI Bakal Kerahkan Drone untuk OTT Pembuang Sampah di Bantaran Kali
PLN EPI-Pemprov DKI...
PLN EPI-Pemprov DKI Jakarta Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
Inilah Ragam Teknologi...
Inilah Ragam Teknologi Pengolahan Sampah untuk Perkuat ITF Sarana Jaya
Berita Terkini
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
7 menit yang lalu
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
40 menit yang lalu
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
1 jam yang lalu
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
3 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
3 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved