Rumah Hancur, Puluhan Ribu Korban Tsunami Bertahan di Pengungsian

Senin, 31 Desember 2018 - 09:31 WIB
Rumah Hancur, Puluhan...
Rumah Hancur, Puluhan Ribu Korban Tsunami Bertahan di Pengungsian
A A A
BANTEN - Sebanyak 33.316 warga pesisir Pandeglang korban bencana tsunami yang menerjang Perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12) hingga kini masih bertahan di pengungsian.

"Semua korban tsunami itu belum kembali ke rumah masing-masing," kata Ketua Koordinator Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pandeglang, Letkol Fitriana Nur Heru di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (31/12/2018).

Meski pascabencana tsunami di Pandeglang sudah delapan hari terakhir, namun kondisi pengungsi masih tetap bertahan. Pengungsi tersebar di Kecamatan Labuan, Carita, Menes, Jiput, Sukaresmi, Pagelaran, Angsana, Panimbang, Cigeulis dan Sumur.

Masyarakat yang mengungsi itu umumnya dengan alasan merasa ketakutan akan adanya bencana tsunami susulan. Apalagi, kata dia, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih aktif mengeluarkan erupsi. "Kami minta warga tetap tinggal di pengungsian sambil menunggu normalnya aktivitas Anak Krakatau," katanya.

Sangsang, warga Desa Teluk Kecamatan Labuan,Pandeglang mengatakan dirinya hingga kini masih tinggal di pengungsian yang lokasinya menempati mushala Kantor Kecamatan Labuan.

Ia bersama ratusan warga lainnya tidak berani kembali ke rumah, karena belum ada kepastian pengumuman maupun perintah dari pemerintah maupun koordinator tanggap darurat derah untuk kembali ke rumah.

Selain itu, penyebab tsunami dari Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi letusan, hembusan hingga tremor. "Kami berani kembali ke rumah setelah adanya jaminan keamanan dari instansi terkait atau pemerintah daerah," ujarnya.

Nurhayati, warga Desa Cigodang, Labuan Kabupaten Pandeglang mengaku dirinya bingung karena kondisi rumahnya rata dengan tanah akibat diterjang tsunami.

Apabila, pengungsi diperintahkan kembali ke rumah, ia bersama empat anak bingung harus menghuni kemana. Sebab, bangunan rumah dan perabotan rumah tangga hancur. Pilihannya, adalah kemungkinan tinggal dengan keluarga yang selamat dari bencana tsunami. "Kami berharap pemerintah bisa membangun kembali rumahnya itu," kata Nurhayati yang mengungsi di GOR Futsal Labuan.
(nag)
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
Ancaman Megathrust dan...
Ancaman Megathrust dan Tsunami Selat Sunda hingga Jakarta, BPBD Mitigasi Bencana
BNPB Gelontorkan Dana...
BNPB Gelontorkan Dana Rp114 M Percepat Rehab Pascatsunami Selat Sunda
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
9 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
16 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
1 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
7 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Infografis
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Bakar Rumah-rumah Warga di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved