Mercusuar Anyer dan Kedahsyatan Tsunami dari Letusan Gunung Krakatau

loading...
Mercusuar Anyer dan Kedahsyatan Tsunami dari Letusan Gunung Krakatau
Mercusuar Anyer dan Kedahsyatan Tsunami dari Letusan Gunung Krakatau
Mercusuar Anyer menjulang setinggi 75,5 meter berdiri kokoh di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Bangunan yang biasa disebut Mercusuar Cikoneng ini merupakan bagian dari bukti kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883.

Mercusuar Anyer ini memang dibangun pada 1885, sebagai pengganti bangunan mercusuar sebelumnya yang hancur diterjang tsunami setinggi 40 meter akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Jadi, bangunan mercusuar yang berdiri saat ini adalah bangunan baru.

Bahkan lokasinya berbeda dengan bangunan awal, 500 meter lebih ke daratan. Sedangkan untuk fondasi mercusuar lama saat ini dijadikan sebagai tugu nol kilometer. Dalam film Krakatoa: The Last Days yang disutradarai oleh Sam Miller (1968), diceritakan bangunan mercuarsuar lama dikenal dengan Mercusuar ke-4 yang terletak di Anyer.

Dikisahkan Geolog Rogier Verbeek pada Mei 1883 mengunjungi keluarga Schuits dari Belanda yang bekerja dan tinggal di Mercusuar ke-4 di Anyer yang berjarak 30 mil sebelah timur Gunung Krakatau. Verbeek ingin menyaksikan kedahsyatan aktivitas Gunung Krakatau dari dekat.



Akhirnya pada Agustus 1883 bangunan Mercusuar ke-4 hancur setelah diterjang gelombang tsunami setinggi 40 meter dan hanya menyisakan fondasinya saja. Tsunami besar ini terjadi setelah Gunung Krakatau meletus secara dahsyat selama 20 jam.
Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic, ledakan Gunung Krakatau adalah yang paling besar. Suaranya paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau dan ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan. Bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Letusan Gunung Krakatau melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Srilanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.



Adapun tsunami (gelombang laut) yang ditimbulkan ketinggiannya mencapai sekitar 40 meter. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut. Gelombang tsunami menghancurkan 295 kampung atau desa di kawasan pantai. Mulai dari Merak di Kota Cilegon hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon) serta Sumatera Bagian selatan. Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 jiwa.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top