Pemkot Bekasi Utang Tagihan KS NIK Rp200 Miliar, 36 RS Kelimpungan

Kamis, 27 Desember 2018 - 18:10 WIB
Pemkot Bekasi Utang...
Pemkot Bekasi Utang Tagihan KS NIK Rp200 Miliar, 36 RS Kelimpungan
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memiliki utang sebesar Rp200 miliar dari tagihan program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK). Tagihan itu merupakan akumulasi sejak Juni-Desember 2018 kepada 36 rumah sakit swasta di Kota Bekasi yang menjadi rekanan pemerintah daerah.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Irwan Heryanto, mengatakan, tunggakan ini cukup mengganggu sistem keuangan rumah sakit. Pihak rumah sakit menjadi kesulitan untuk mengelola layanan kesehatan tersebut, seperti pembelian obat dan alat kesehatan lainnya. "Terhitung enam bulan belum dibayarkan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).

Menurut dia, selama ini rumah sakit telah melakukan penagihan pembayaran pengobatan ke Dinas Kesehatan Kota Bekasi dengan benar. Pihak rumah sakit swasta langsung melakukan pemberkasan lengkap setelah dua hari pasien dibolehkan pulang ke rumah. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap, kemudian diverifikasi ulang oleh internal majamenen rumah sakit.

Setelah lima hari, kata dia, dokumen klaim biaya perawatan dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diverifikasi selama satu hari. Apalagi pelunasan merupakan perkara hak dan kewajiban yang diatur dalam perjanjian kerja sama (PKS) 2018 antara pemerintah daerah dengan rumah sakit swasta. Sementara mulai 31 Desember 2018, PKS atau MoU Jamkesda 2018 sudah berakhir.

Irwan menuturkan, rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi sedang membutuhkan dana untuk operasional. Sebab banyak rumah sakit swasta yang dananya, sudah tidak mencukupi untuk membayar obat ke distributor, kebutuhan laboratorium, film rontgen, jasa medis dokter bahkan gaji karyawan dan sebagainya.

Atas dasar inilah, pihaknya melayangkan surat permohonan dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti laporan dari rumah sakit swasta yang menjadi rekanan pemerintah. "Surat sudah kita sampaikan dan sekarang menunggu respons surat itu, karena setiap rumah sakit itu membutuhkan anggaran tersebut," ucapnya.
(thm)
Berita Terkait
Catat! Pemkot Bekasi...
Catat! Pemkot Bekasi Gelar Uji Emisi Gratis di Hari Kesehatan Lingkungan 26 September
Bekasi Target Penambahan...
Bekasi Target Penambahan 1.000 WiFi Gratis Rampung Tahun Ini
Pemkot Bekasi Minta...
Pemkot Bekasi Minta Tempat Ibadah Terapkan Protokol Kesehatan
Besok, Kota Bekasi Sahkan...
Besok, Kota Bekasi Sahkan Perda Protokol Kesehatan
Anak 10 Tahun di Bekasi...
Anak 10 Tahun di Bekasi Terindikasi Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Kepala Dinkes
25% Tempat Hiburan dan...
25% Tempat Hiburan dan Restoran di Bekasi Langgar Protokol Kesehatan
Berita Terkini
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
6 menit yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
9 menit yang lalu
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
46 menit yang lalu
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
1 jam yang lalu
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Jadi Kawasan Strategis...
Jadi Kawasan Strategis Jakarta, PPK Kemayoran Berbenah
1 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved