Pengusaha Kapal di Danau Toba Mengeluh Wisatawan Masih Takut Berlayar
Rabu, 26 Desember 2018 - 12:52 WIB
Pengusaha Kapal di Danau Toba Mengeluh Wisatawan Masih Takut Berlayar
A
A
A
PARAPAT - Libur Natal tidak mempengaruhi nasib pengusaha kapal pariwisata di Kota wisata Parapat, Simalungun yang sebagian besar tidak beroperasi hingga saat ini.
Salah seorang pemilik kapal pariwisata di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara, R Siallagan, Rabu (26/12/2018) mengatakan, hingga saat ini wisatawan masih enggan menggunakan kapal pariwisata untuk berkeliling Danau Toba.
Menurutnya, hampir dua pekan libur sekolah meski banyak wisatawan mulai berdatangan ke Parapat namun hanya 2 atau 3 kapal pariwisata yang beroperasi selama sepekan.
"Tidak ada pengaruhnya libur Natal, tetap saja kapal pariwisata yang jalan (beroperasi) hanya 2 atau 3 kapal saja dalam seminggu, wisatawan masih takut naik kapal," ujar Siallagan.
Dia menambahkan, dari sekitar 60 saat ini kapal pariwisata sejak libur sekolah pertengahan Desember, lalu paling banyak 6 kapal saja yang digunakan wisatawan.
Menurutnya, tragedi KM Sinar Bangun masih meninggalkan ketakutan bagi wisatawan untuk naik kapal wisata. Padahal saat ini menurutnya hampir seluruh kapal pariwisata di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi alat keselamatan pelayaran dan sudah diuji oleh Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun, Ramadani Purba membenarkan jika saat ini 67 kapal pariwisata dan penyeberangan di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan.
"Dari sekitar 75 lebih yang dilakukan pemeriksaan kelayakan kapal dan alat keselamatan pelayaran 67 kapal aman berlayar termasuk kapal pariwisata di Parapat," sebut Ramadani.
Salah seorang pemilik kapal pariwisata di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara, R Siallagan, Rabu (26/12/2018) mengatakan, hingga saat ini wisatawan masih enggan menggunakan kapal pariwisata untuk berkeliling Danau Toba.
Menurutnya, hampir dua pekan libur sekolah meski banyak wisatawan mulai berdatangan ke Parapat namun hanya 2 atau 3 kapal pariwisata yang beroperasi selama sepekan.
"Tidak ada pengaruhnya libur Natal, tetap saja kapal pariwisata yang jalan (beroperasi) hanya 2 atau 3 kapal saja dalam seminggu, wisatawan masih takut naik kapal," ujar Siallagan.
Dia menambahkan, dari sekitar 60 saat ini kapal pariwisata sejak libur sekolah pertengahan Desember, lalu paling banyak 6 kapal saja yang digunakan wisatawan.
Menurutnya, tragedi KM Sinar Bangun masih meninggalkan ketakutan bagi wisatawan untuk naik kapal wisata. Padahal saat ini menurutnya hampir seluruh kapal pariwisata di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi alat keselamatan pelayaran dan sudah diuji oleh Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun, Ramadani Purba membenarkan jika saat ini 67 kapal pariwisata dan penyeberangan di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan.
"Dari sekitar 75 lebih yang dilakukan pemeriksaan kelayakan kapal dan alat keselamatan pelayaran 67 kapal aman berlayar termasuk kapal pariwisata di Parapat," sebut Ramadani.
(rhs)