Gubernur Emil Ajak Umat Kristiani Berdoa Khusus untuk Korban Tsunami
Selasa, 25 Desember 2018 - 04:15 WIB
Gubernur Emil Ajak Umat Kristiani Berdoa Khusus untuk Korban Tsunami
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat mengajak seluruh umat Kristiani yang tengah merayakan Natal 2018 turut mendoakan korban bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Provinsi Banten dan Lampung.
Permintaan tersebut disampaikan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat memantau langsung pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Jawa Kota Bandung, Senin malam (24/12/2018).
"Dalam waktu bersamaan, terjadi bencana. Batin kita sebagian ada di sana. Saya titip untuk ikut mendoakan. Saudara kita sedang bersedih, saya mohon ada doa khusus. Semoga (keluarga korban) dikuatkan, mudah-mudahan bisa menjadi semangat," tutur Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan jaminan keamanan perayaan Natal di provinsi yang dipimpinnya. Pengkondisian keamanan sudah dilakukan tim gabungan dari Polri dan TNI.
Kehadirannya mengecek pelaksanaan Natal, kata Emil, menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa nyaman dalam beribadah sekaligus menjunjung toleransi antarkehidupan beragama di Jabar.
"Tidak ada dinamika yang tidak dikehendaki. Silakan umat kristiani beribadah seluas luasnya, senyaman nyamannya. Pangdam, Kapolda, akan menjamin kemanan. Silakan laporkan yang meresahkan," tegas Emil.
Sementara Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menyebutkan, pihaknya menerjunkan 2.017 personel gabungan dalam pengamanan Malam Natal dan Tahun Baru di wilayah hukumnya.
"Ada enam gereja besar di Bandung, sebelum misa dilaksanakan sterilisasi oleh jibom dibantu TNI untuk memberikan ketenangan bagi umat nasrani yang melakukan kegiatan," katanya.
Kabid Humas Polda Jabar Trunoyudo menyebutkan, sebanyak 24.000 personel di wilayah hukum Jabar disiapkan untuk mengamankan perayaan Natal hingga Tahun Baru dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup.
"Untuk pengamanan terbuka dan tertutup dalam artian preventif dan refresif dengan awal deteksi dan nanti penegakan hukum. Ini juga kita lakukan dalam pola pengamanan," tandasnya.
Uskup Mgr Antonius Subianto Bunjamin mengapresiasi upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menjamin pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal.
Dia pun mengaku optimistis di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, Jabar akan menjadi provinsi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
"Ini pertama kalinya (Ridwan Kamil) datang sebagai Gubernur. Saat masih Wali Kota (Bandung), beliau mencanangkan Bandung sebagai Kota Hak Asasi Manusia. Kami mendukung program pemerintah. Mudah-mudahan Jawa Barat bisa sebagai Provinsi HAM," tuturnya.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Nurcahyanto, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dan Dandim Kota Bandung Kolonel Infanteri Arifin Dahlan.
Permintaan tersebut disampaikan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat memantau langsung pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Jawa Kota Bandung, Senin malam (24/12/2018).
"Dalam waktu bersamaan, terjadi bencana. Batin kita sebagian ada di sana. Saya titip untuk ikut mendoakan. Saudara kita sedang bersedih, saya mohon ada doa khusus. Semoga (keluarga korban) dikuatkan, mudah-mudahan bisa menjadi semangat," tutur Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan jaminan keamanan perayaan Natal di provinsi yang dipimpinnya. Pengkondisian keamanan sudah dilakukan tim gabungan dari Polri dan TNI.
Kehadirannya mengecek pelaksanaan Natal, kata Emil, menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa nyaman dalam beribadah sekaligus menjunjung toleransi antarkehidupan beragama di Jabar.
"Tidak ada dinamika yang tidak dikehendaki. Silakan umat kristiani beribadah seluas luasnya, senyaman nyamannya. Pangdam, Kapolda, akan menjamin kemanan. Silakan laporkan yang meresahkan," tegas Emil.
Sementara Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menyebutkan, pihaknya menerjunkan 2.017 personel gabungan dalam pengamanan Malam Natal dan Tahun Baru di wilayah hukumnya.
"Ada enam gereja besar di Bandung, sebelum misa dilaksanakan sterilisasi oleh jibom dibantu TNI untuk memberikan ketenangan bagi umat nasrani yang melakukan kegiatan," katanya.
Kabid Humas Polda Jabar Trunoyudo menyebutkan, sebanyak 24.000 personel di wilayah hukum Jabar disiapkan untuk mengamankan perayaan Natal hingga Tahun Baru dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup.
"Untuk pengamanan terbuka dan tertutup dalam artian preventif dan refresif dengan awal deteksi dan nanti penegakan hukum. Ini juga kita lakukan dalam pola pengamanan," tandasnya.
Uskup Mgr Antonius Subianto Bunjamin mengapresiasi upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menjamin pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal.
Dia pun mengaku optimistis di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, Jabar akan menjadi provinsi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
"Ini pertama kalinya (Ridwan Kamil) datang sebagai Gubernur. Saat masih Wali Kota (Bandung), beliau mencanangkan Bandung sebagai Kota Hak Asasi Manusia. Kami mendukung program pemerintah. Mudah-mudahan Jawa Barat bisa sebagai Provinsi HAM," tuturnya.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Nurcahyanto, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dan Dandim Kota Bandung Kolonel Infanteri Arifin Dahlan.
(thm)