Situasi di Mbua Papua Berangsur Normal

Jum'at, 14 Desember 2018 - 16:52 WIB
Situasi di Mbua Papua...
Situasi di Mbua Papua Berangsur Normal
A A A
JAYAPURA - Pascapenyerangan Pos TNI dan pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya di Distrik Yigi Kab Nduga, Papua situasi di daerah ini mulai berangsur normal. Warga sipil Mbua yang lari meninggalkan kampung mengungsi masuk hutan untuk mencari perlindungan dan menyelamatkan diri telah kembali ke kediamannya masing masing.

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf J Binsar P Sianipar juga telah datang ke Mbua untuk meyakinkan masyarakat bahwa TNI akan melindungi mereka.

Dia meminta, agar seluruh rakyat segera dipanggil kembali ke kampung dan melaksanakan aktifitas sebagaimana biasanya.

"Saya komandan, saya tidak akan tembak Rakyat, saya tidak akan bunuh Rakyat. Kami TNI akan melindungi Rakyat, kita semua bersaudara sama-sama anak Tuhan. Bahkan OPM pun kalau mereka mau menyerah kami akan ampuni mereka," kata Danrem.

Selain itu TNI juga membagi-bagikan makanan ransum bekal milik TNI untuk dimakan rakyat yang baru masuk kampung.

Menurut Kapendam Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic, saat ini situasi di Distrik Mbua sudah mulai normal, kegiatan sosial dan roda perekonomian sudah berjalan dengan baik. Namun situasi di Distrik Yigi masih terlihat sepi, hanya beberapa warga yang bertahan di kampung.

"Dari laporan yang diterima sebagian warga Yigi mengungsi ke Mbua, karena di Mbua diamankan oleh TNI, sedangkan di Yigi setiap saat terutama bila malam hari masih sering terdengar suara tembakan dari arah hutan ke kampung. Mungkin juga sebagian warga ada yang berlindung ke hutan," kata Kapendam dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (14/12/2018).

Dari penuturan warga Yigi yang mengungsi ke Mbua mengisahkan bahwa, pelaku pembantaian di Puncak Kabo di Yigi bukan warga Yigi, kemungkinan mereka dari Mapenduma atau daerah lain. Waktu kejadian warga berusaha menghalangi mereka (KKSB) agar tidak membunuh orang yang tidak berdosa, tapi rakyat tidak punya kekuatan apa-apa. Bahkan saat KKSB melaksanakan penyisiran ke rumah-rumah warga guna mencari para pekerja bangunan, warga asli Yigi melindungi mereka. Mereka minta para pekerja agar lari menyelamatkan diri ke hutan karena KKSB akan menangkap dan membunuh mereka.

Bahkan sebagian warga asli Yigi membawa lari dan mengantar warga pendatang masuk hutan menuju Mbua, karena mereka yang tahu jalan.

"Hingga saat ini dilaporkan bahwa dua orang jenazah karyawan PT Istaka Karya korban pembantaian KKSB di Puncak Kabo, Yigi belum ditemukan. Dan dua orang yang diperkirakan masih selamat juga belum diketahui nasibnya," kata Kapendam.
(sms)
Berita Terkait
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Pasukan Gabungan TNI...
Pasukan Gabungan TNI Buru Pimpinan OPM
Kepala Suku Jayawijaya...
Kepala Suku Jayawijaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Agenda Politik Papua Merdeka
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
LIPI: Dialog Damai dan...
LIPI: Dialog Damai dan Bermartabat Adalah Kunci Utama Integrasi Papua
Wali Kota Serukan Jangan...
Wali Kota Serukan Jangan Ikut Demo, Jayapura Harus Aman
Berita Terkini
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
53 menit yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
2 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
3 jam yang lalu
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
3 jam yang lalu
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
4 jam yang lalu
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved