2019, Moda Transportasi di Jakarta ‎Terintegrasi Satu

Rabu, 12 Desember 2018 - 01:29 WIB
2019, Moda Transportasi...
2019, Moda Transportasi di Jakarta ‎Terintegrasi Satu
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki dua moda tulang punggung transportasi massal di Ibu Kota. Pengembangan tulang punggung transportasi melalui Jak Lingko akan terwujud pada 2019.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, menuju integrasi moda transportasi publik di Jakarta, ada tiga moda yang akan menjadi tulang punggug transportasi massal di Ibu Kota. Yakni, kereta rel listrik (KRL) atau commuter line, Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

Menurut Agung, dari tiga moda itu, dua di antaranya, yakni MRT dan BRT berada dalam kewenangan Pemprov DKI melalui dua perusahaan daerahnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk BRT dan PT MRT Jakarta untuk MRT Jakarta.

"MRT dan BRT akan menjadi tulang punggung bagi pengembangan transportasi massal," kata Agung Wicaksono di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa 11 Desember 2018.

Agung menjelaskan, dalam pengembangan transportasi publik di DKI Jakarta memiliki sebuah hirarki transportasi publik. Hirarki pertama adalah transportasi publik yang menjadi sistem tulang punggung transportasi. Kedua, transportasi yang berada di lalu lintas utama dan transportasi transit pemukiman.

Transportasi publik yang menjadi tulang punggung transportasi di Jakarta, lanjut Agung, adalah yang jalurnya berbasis rel, jalur steril, memiliki kecepatan dan kapasitas tinggi.

"Itu ada pada armada bus Transjakarta, MRT Jakarta dan Commuter Line," ungkapnya.

Untuk transportasi publik di lalu lintas utama, kata Agung, saat ini sudah diisi oleh armada Transjakarta dengan mengoperasikan minitrans, metrotrans dan royaltrans. Hal itu, kata dia, merupakan hirarki kedua. Dimana, transportasi memiliki kapasitas sedang yang menghubungkan masyarakat ke sistem tulang punggung transportasi dan menjadi moda transportasi pertama atau terakhir.

Sedangkan untuk hirarki ketiga, transportasi transit pemukiman, Agung menuturkan, transportasi publik ini menjadi moda jarak pertama atau terakhir yang menghubungkan masyarakat dengan sistem transportasi publik pengumpan, serta memiliki kecepatan dan kapasitas rendah.

"Nah untuk hirarki terakhir ini, kita telah operasikan Mikrotrans dalam program Jak Lingko di Tanah Abang. Hari ini sudah beroperasi," ungkapnya.

Semua hirarki transportasi publik ini, pada akhirnya akan terintegrasikan menjadi satu payung integrasi. Rencananya, semua moda transportasi yang dikelola Pemprov DKI akan terintegrasi menjadi satu dalam Jak Lingko.

Untuk merealisasikan tugas tersebut, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) dengan PT MRT Jakarta pada akhir November lalu. Rencananya, Rabu (12/12) akan mulai dilakukan worskhop dengan melibatkan para pakar akademisi, serta negara-negara yang sudah berpengalaman dalam integrasi transportasi publik seperti Hongkong dan Malaysia.

"Ini bagian dari kajian yang akan dibuat untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi supaya jaringan transportasi publik di Jakarta terintegrasi dalam sisi layanan, fisik dan pembayaran, serta semakin luas melayani warga," pungkasnya.

Direktur Tekhnik dan Fasilitas PT TransJakarta, Wijanarko menuturkan, rencana integrasi publik bus TransJakarta dengan MRT akan terjadi pada halte bundaran HI dengan stasiun bundaran HI, Halte Tosari dengan Stasiun Dukuh Atas, halte CSW koridor 13 dengan stasiun singsingamangaraja, halte lebak bulus koridor 8 dengan stasiun MRT lebak bulus.

Kemudian, lanjut Wijanarko, untuk integrasi bus TransJakarta dengan commuter terjadi pada halte tosari koridor I dengan stasiun sudirman, halte stasiun klender koridor XI dengan stasiun kelender, dan halte stasiun Cakung Non BRT dengan stasiun Cakung.

"Halte bus TransJakarta Pemuda rawamangun juga terintegrasi dengan stasiun LRT Velodrome. Rencananya semua akan terwujud pada 2019," ungkapnya.

Sementara itu, ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menegaskan, meskipun dua tulang punggung transportasi berada dibawah Pemprov DKI melalui dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), integrasi transportasi yang dibuat BPTJ tidak akan tumpang tindih. Menuruntya, BPTJ akan mengitegrsikan Jak Lingko moda Transportasi milik DKI dengan Moda Transportasi milik pemerintah pusat, seperti Kereta API atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Sehingga, lanjut Bambang, pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80 persen meski targetnya 60 persen. Apalagi, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan satu sistem tiket pembayaran antar moda.

"Ya kami sudah menyelesaikan sistem satu tiket pembayaran. Jadi kartu Komuter bisa digunakan untuk MRT, LRT dan Transjakarta begitu juga sebaliknya. Tidak masalah Transjakarta Keluar kan kartu sendiri asal bisa digunakan untuk lainnya. tahun ini kami akan implementsikan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Penataan Stasiun Terintegrasi Berjalan Baik
Sambut KTT ASEAN 2023,...
Sambut KTT ASEAN 2023, Heru Budi Terapkan WFH hingga Benahi Transportasi dan Infrastruktur
Jalani Protokol Covid-19,...
Jalani Protokol Covid-19, Proyek Flyover dan Underpass di Jakarta Terus Berjalan
Lewati 48 Wilayah, MRT...
Lewati 48 Wilayah, MRT Jakarta Fase 3 Cikarang-Balaraja Sepanjang 84,1 Km
Anies Pamer DKI Raih...
Anies Pamer DKI Raih 2 Penghargaan Bidang Transportasi dan Lalin
Transjakarta Manut Kebijakan...
Transjakarta Manut Kebijakan Pemprov DKI Soal Kenaikan Tarif
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
31 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
39 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
43 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved