Geliat Kawasan TOD Bekasi Kian Masif

Selasa, 11 Desember 2018 - 12:46 WIB
Geliat Kawasan TOD Bekasi...
Geliat Kawasan TOD Bekasi Kian Masif
A A A
BEKASI - Geliat pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di sepanjang lintasan light rail transit (LRT/kereta api ringan) di Kota Bekasi kian masif.

Setelah membangun TOD di dekat Gerbang Tol (GT) Bekasi Timur dengan nama LRT City Bekasi Timur, pengembang kini menggarap LRT City Jaticempaka–Gateway Park di Kecamatan Pondokgede. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pembangunan LRT City Jaticempaka dilakukan PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak perusahaan konstruksi dari PT Adhi Karya Tbk. Pembangunan LRT City Jaticempaka merupakan proyek kedua, sedangkan proyek pertama adalah LRT City Bekasi Timur.

“Sebetulnya ada lima TOD yang akan dibangun di dekat stasiun LRT di Kota Bekasi. Kelima proyek ini dibangun oleh PT Adhi Karya Tbk lewat anak perusahaannya,” katanya.

Lima TOD yang ada di Kota Bekasi berada di titik Bekasi Timur, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, hingga Jaticempaka. Sementara TOD di Cikunir I dan Cikunir II. Kemudian untuk di Bekasi Barat masih proses perencanaan yang dalam waktu dekat akan segera dibangun.“Untuk Cikunir I dan Cikunir II, pengembang tengah mempersiapkan pelebaran jalan di sana untuk memudahkan aksesibilitas kendaraan. Kehadiran TOD ini bakal berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Bekasi,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, investasi yang ditanam perusahaan pelat merah itu melebihi angka Rp5 triliun. “Bila ditotal investasinya besar, namun sebagai gambaran untuk apartemen saja biayanya bisa Rp1 triliun.

Belum lagi pembangunan fasilitas lainnya, apalagi TOD ini terintegrasi dengan LRT yang sedang dibangun pemerintah pusat,” ungkapnya. Sebenarnya, kata dia, pembangunan TOD dibutuhkan bagi daerah yang menyandang status metropolitan seperti halnya Bekasi.

Sebab keberadaan TOD sangat menunjang masyarakat dalam memperoleh fasilitas, salah satunya kemudahan dalam transportasi umum. Selain terdapat gedung parkir dan pusat perbelanjaan, TOD juga dibangun hunian vertikal berupa apartemen dan hotel.

Dengan kata lain, TOD merupakan pengembangan kota mengadopsi tata ruang campuran karena terdapat berbagai macam fasilitas di dalamnya yang terintegrasi dengan transportasi umum, seperti LRT, Commuter Line, dan bus. “Dampak positifnya kemacetan bisa terurai karena masyarakat nanti memilih LRT,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan light rapid trans(LRT) Jabodetabek beroperasi pada pertengahan tahun depan. Saat ini pembangunan moda transportasi yang melintasi lima daerah di Jawa Barat itu mencapai 46%.

Namun, untuk jalurnya hampir seluruh jalur sudah tersambung dan siap diuji coba tahun depan. Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Jumardi mengatakan, jalur yang belum terbangun tersisa sekitar 500 meter di wilayah Jakarta Kota sekitar 300 meter serta di wilayah Bekasi di dua lokasi.

“Pembangunan sedang kami kebut sehingga pertengahan tahun depan sudah bisa digunakan,” katanya. Menurutnya, LRT merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk menekan beban kemacetan di jalan raya. Di Jabar, LRT melintasi empat daerah, yakni Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan berujung di Kabupaten Bekasi. Mayoritas wilayah di Jabar berjalan lancar, terutama dalam pembebasan lahan masih ada terkendala.

“Depok sudah seluruhnya, Bogor juga demikian, kemudian di Kota Bekasi tinggal beberapa saja, seperti halnya Kelurahan Jakasampurna Bekasi masih ada sekitar 32 bidang lagi. Kami harapkan bulan ini bisa segera dibayarkan, termasuk juga di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Meski menjadi lokasi paling ujung, kata dia, Kabupaten Bekasi memiliki peranan penting karena menjadi lokasi pembangunan depo LRT. “Jadi di Bekasi ini menjadi lokasi penting karena perbaikan kereta, kemudian semua kereta kan pulangnya ke sini. LRT juga tidak ada masinisnya, otomatis jadi kontrolnya dari Jatimulya, Kabupaten Bekasi ini,” ujarnya.

Apalagi pembangunan depo LRT di Jatimulya menjadi satu prioritas pengerjaan. Meski ada keterlambatan, pihak nya telah membuat beberapa skenario pengoperasian awal lintas Cibubur, Taman Mini, dan Cawang. “Dipusatkannya nanti ada depo. Depo LRT ini nanti berada di Jatimulya, Tambun Selatan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, LRT bakal dibangun sepanjang 44 kilometer yang melintasi lima wilayah Jabar, Jakarta, hingga Tangerang. Menurut Jumardi, untuk membangun LRT dibutuhkan lahan seluas 14 hektare. Salah satu pembebasan lahan terbesar berada di Jatimulya, Kabupaten Bekasi, yang saat ini memasuki tahap musyawarah.

“Jatimulya ini menjadi salah satu prioritas kami. Anggaran Rp600 miliar sudah disiapkan dan kami berharap akhir bulan ini sudah mulai dilakukan pembayaran,” ujarnya.

Apalagi progres pembebasan lahan telah sesuai jalur. Masyarakat yang sebelumnya menolak pembebasan lahan, kini telah menerima tahapan pembebasan lahan dan tengah memasuki penghitungan oleh tim appraisal. Dalam musyawarah tersebut, sebanyak 48 pemilik bangunan telah menyetujui bentuk penggantian berupa uang. Se lan jutnya dalam 14 hari tim appraisalakan menentu kan nilai yang dibayarkan.

“Nilai ini sebenarnya bukan ganti rugi melainkan nilai wajar karena sebenarnya lahan masyarakat ini tanahnya milik PT Adhi Karya. Kami tetap melakukan penggantian,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bekasi Agus Susanto mengatakan, total ada sekitar 562 bidang tanah akan dibebaskan di Jatimulya. Jumlah itu terbagi atas 200 bidang tanah milik masyarakat dan 362 milik PT Adhi Karya yang ditempati warga.

“Dari jumlah tersebut ada 117 bidang sudah disepakati dan siap dibebaskan tanah milik warga,” katanya. (Abdullah M Surjaya)
(nfl)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Proyek LRT Jakarta Fase 2A
ADHI Torehkan Prestasi...
ADHI Torehkan Prestasi Baru, Terapkan U-Shaped Girder Pertama dan Terpanjang di Indonesia
KAI Pastikan Tak Ada...
KAI Pastikan Tak Ada Lagi Pembengkakan Biaya Proyek LRT Jabodebek
LRT Jabodebek akan Launching...
LRT Jabodebek akan Launching pada Tanggal 12 Juli 2023
Hampir Rampung, Begini...
Hampir Rampung, Begini Penampakan Stasiun LRT Rasuna Said yang Terintegrasi dengan TransJakarta
LRT Jabodebek Batal...
LRT Jabodebek Batal Gratiskan Tarif Selama Periode Soft Launching
Berita Terkini
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
42 menit yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
47 menit yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
53 menit yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
1 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
2 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Macet Mengerikan...
6 Fakta Macet Mengerikan Hingga 17 Jam di Kawasan Puncak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved