Ini Saran Pengamat untuk Dinas SDA DKI terkait Penyediaan Air Baku
Selasa, 04 Desember 2018 - 22:25 WIB
Ini Saran Pengamat untuk Dinas SDA DKI terkait Penyediaan Air Baku
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air (SDA) dinilai perlu lebih serius dalam penyediaan air baku di tengah maraknya penggunaan air tanah di Ibu Kota.
"Pemprov atau Dinas SDA harus mampu menyediakan kebutuhan air baku yang memadai juga. Ini yang belum ditangani serius," ujar pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga, saat dihubungi SINDOnews, Selasa (4/12/2018).
Menurut dia, Pemprov DKI harus bisa mengoptimalkan badan-badan air yang terdiri atas 13 sungai utama, 44 waduk, 14 situ, laut Pantai Utara di DKI sebagai air baku. (Baca juga: Permukaan Tanah Turun 11 Cm, Anies Masifkan Program Drainase Vertikal)
"Untuk itu Dinas harus segera menyusun rencana induk pengelolaan SDA yang meliputi rencana induk penanganan banjir dan genangan air hujan melimpah sebagai sumber air baku, serta rencana induk pengelolaan air bersih, air baku, dan air limbah," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian mikro gravitasi empat dimensi (4D) antara tahun 2014 dan 2018, terindikasi telah terjadi penurunan permukaan tanah hampir di semua kawasan di daerah Jakarta Utara. Hal itu berkaitan erat salah satunya dengan penggunaan berlebihan air tanah di gedung-gedung bertingkat.
"Laju penurunan rata-rata sekitar 11 cm per tahun," ungkap peneliti Universitas Indonesia, Syamsu Rosid, dalam keterangannya yang diterima media, Selasa (4/12/2018). (Baca juga: Peneliti: Permukaan Tanah Jakarta Utara Turun 11 Cm per Tahun)
"Pemprov atau Dinas SDA harus mampu menyediakan kebutuhan air baku yang memadai juga. Ini yang belum ditangani serius," ujar pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga, saat dihubungi SINDOnews, Selasa (4/12/2018).
Menurut dia, Pemprov DKI harus bisa mengoptimalkan badan-badan air yang terdiri atas 13 sungai utama, 44 waduk, 14 situ, laut Pantai Utara di DKI sebagai air baku. (Baca juga: Permukaan Tanah Turun 11 Cm, Anies Masifkan Program Drainase Vertikal)
"Untuk itu Dinas harus segera menyusun rencana induk pengelolaan SDA yang meliputi rencana induk penanganan banjir dan genangan air hujan melimpah sebagai sumber air baku, serta rencana induk pengelolaan air bersih, air baku, dan air limbah," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian mikro gravitasi empat dimensi (4D) antara tahun 2014 dan 2018, terindikasi telah terjadi penurunan permukaan tanah hampir di semua kawasan di daerah Jakarta Utara. Hal itu berkaitan erat salah satunya dengan penggunaan berlebihan air tanah di gedung-gedung bertingkat.
"Laju penurunan rata-rata sekitar 11 cm per tahun," ungkap peneliti Universitas Indonesia, Syamsu Rosid, dalam keterangannya yang diterima media, Selasa (4/12/2018). (Baca juga: Peneliti: Permukaan Tanah Jakarta Utara Turun 11 Cm per Tahun)
(thm)