Musim Penghujan Datang, Tangerang Bersiap dengan Program Usir Banjir
Senin, 26 November 2018 - 11:40 WIB
Musim Penghujan Datang, Tangerang Bersiap dengan Program Usir Banjir
A
A
A
TANGERANG - Memasuki musim penghujan Pemkot Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan berbagai persiapan sebagai upaya meminimalisir genangan air dan banjir. Salah satunya ketersediaan sebanyak 762 personel lapangan yang didukung pula dengan sarana prasarana perlengkapan yang mempuni.
Plt Kepala Dinas PUPR Tatang Sutisna mengatakan, selain kesiapan 762 personel, pihaknya telah memiliki sejumlah saran seperti 36 unit truk, 22 pikap, tujuh excavator yang terdiri dari jenis spider, amphibi dan wheel.Selanjut lima unit crane, serta 20 unit alat berat pemeliharaan jalan.
Alat tersebut, lanjut Tatang, akan digunakan sesuaikan dengan keperluan dalam pemeliharaan infrastruktur. Menurut Tatang, ada satu alat yang sangat membantu dalam pekerjaan, yaituexcavator jenis spider yang memiliki kemampuan menjangkau sudut sulit di dalam sungai ataupun saluran.
“Amphibi dan spider excavator berfungsi untuk mengeruk sedimentasi di sungai yang tidak bisa diakses oleh alat berat,” kata Tatang dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (26/12/2018).Tatang mengungkapkan, upaya yang diakukan Pemkot Tangerang dengan program Tangerang Bebas Banjir di mulai sejak 2014 lalu dan telah membuahkan hasil yang memuaskan. Pasalnya di setiap tahun jumlah titik banjir terus menurun.
Di tahun 2014 terdapat 31 lokasi, 2015 terdapat 25 titik, 2016 terdapat 19 titik, 2017 terdapat 13 titik, dan pada 2018 tersisa tujuh titik.“Berkurangnya jumlah titik banjir merupakan salah satu dari upaya Pemkot yang terus membangun sistem drainase perkotaan agar aliran air dapat mengalir dengan lancar ke kali ataupun sungai. Seperti di Kawasan MH Thamrin dengan pembangunan drainase besar,” ungkapnya."Kalau dihitung-hitung sejak 2014 hingga 2018 ini terdapat 1.466 ruas drainase yang kita buat,” tambahnya. Tatang menuturkan, pemasangan U-ditch dan box culvert, sebanyak 523 di titik juga dilakukan oleh pemkot Tangerang. U-ditch dan Box Culvert memiliki fungsi yang sama hanya saja tempat lokasi pemasangan dan bentuknya yang sedikit berbeda.
"Kami lakukan pasangan U-ditch dan box culvert ini agar yang tadinya saluran air atau got tidak memiliki aliran yang baik, kami pasang ini sehingga air pada saluran mengajir dengan benar dan tidak menimbulnya pengikisan tanah," tuturnya.
Selain itu, Dinas PUPR melakukan pemasangan jaring-jaring atau kawat pada drainase agar sampah sampah yang ikut teralir bersama air terhalang dan tidak menimbulkan pemampatan pada saluran yang ada, dan petugas pun melakukan pemantauan di setiap harinya. Tatang juga menyampaikan, Dinas PUPR telah membangun embung, pintu air dan pusat pengendalian banjir. Dan sampai saat ini Tangerang telah memiliki sembilan embung ditambah enam embung lainnya yang sedah dibuat pada tahun ini.
“Selain untuk menampung kelebihan air hujan, embung juga memiliki fungsi sebagai sumber irigasi bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau. Nah, kedepannya itu (embung) semua akan kita tata agar jadi objek wisata tematik,” ucap Tatang.
Plt Kepala Dinas PUPR Tatang Sutisna mengatakan, selain kesiapan 762 personel, pihaknya telah memiliki sejumlah saran seperti 36 unit truk, 22 pikap, tujuh excavator yang terdiri dari jenis spider, amphibi dan wheel.Selanjut lima unit crane, serta 20 unit alat berat pemeliharaan jalan.
Alat tersebut, lanjut Tatang, akan digunakan sesuaikan dengan keperluan dalam pemeliharaan infrastruktur. Menurut Tatang, ada satu alat yang sangat membantu dalam pekerjaan, yaituexcavator jenis spider yang memiliki kemampuan menjangkau sudut sulit di dalam sungai ataupun saluran.
“Amphibi dan spider excavator berfungsi untuk mengeruk sedimentasi di sungai yang tidak bisa diakses oleh alat berat,” kata Tatang dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (26/12/2018).Tatang mengungkapkan, upaya yang diakukan Pemkot Tangerang dengan program Tangerang Bebas Banjir di mulai sejak 2014 lalu dan telah membuahkan hasil yang memuaskan. Pasalnya di setiap tahun jumlah titik banjir terus menurun.
Di tahun 2014 terdapat 31 lokasi, 2015 terdapat 25 titik, 2016 terdapat 19 titik, 2017 terdapat 13 titik, dan pada 2018 tersisa tujuh titik.“Berkurangnya jumlah titik banjir merupakan salah satu dari upaya Pemkot yang terus membangun sistem drainase perkotaan agar aliran air dapat mengalir dengan lancar ke kali ataupun sungai. Seperti di Kawasan MH Thamrin dengan pembangunan drainase besar,” ungkapnya."Kalau dihitung-hitung sejak 2014 hingga 2018 ini terdapat 1.466 ruas drainase yang kita buat,” tambahnya. Tatang menuturkan, pemasangan U-ditch dan box culvert, sebanyak 523 di titik juga dilakukan oleh pemkot Tangerang. U-ditch dan Box Culvert memiliki fungsi yang sama hanya saja tempat lokasi pemasangan dan bentuknya yang sedikit berbeda.
"Kami lakukan pasangan U-ditch dan box culvert ini agar yang tadinya saluran air atau got tidak memiliki aliran yang baik, kami pasang ini sehingga air pada saluran mengajir dengan benar dan tidak menimbulnya pengikisan tanah," tuturnya.
Selain itu, Dinas PUPR melakukan pemasangan jaring-jaring atau kawat pada drainase agar sampah sampah yang ikut teralir bersama air terhalang dan tidak menimbulkan pemampatan pada saluran yang ada, dan petugas pun melakukan pemantauan di setiap harinya. Tatang juga menyampaikan, Dinas PUPR telah membangun embung, pintu air dan pusat pengendalian banjir. Dan sampai saat ini Tangerang telah memiliki sembilan embung ditambah enam embung lainnya yang sedah dibuat pada tahun ini.
“Selain untuk menampung kelebihan air hujan, embung juga memiliki fungsi sebagai sumber irigasi bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau. Nah, kedepannya itu (embung) semua akan kita tata agar jadi objek wisata tematik,” ucap Tatang.
(whb)