Manfaatkan Dana Desa, Mendes PDTT Minta Desa Bikin Inovasi

Sabtu, 24 November 2018 - 18:51 WIB
Manfaatkan Dana Desa,...
Manfaatkan Dana Desa, Mendes PDTT Minta Desa Bikin Inovasi
A A A
LAMPUNG TIMUR - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan evaluasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan sosialisasi prioritas penggunaan dana desa 2019 di Islamic Center Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Jumat (23/11/2018).

Dalam kegiatan evaluasi dan sosialisasi tersebut, Menteri Eko memberikan arahan kepada para kepala desa (kades), anggota BPD, pendamping desa, pengurus BUMDes, penggiat Posyandu dan PAUD desa, serta masyarakat yang hadir di Islamic Center Lampung Timur.

Dalam arahannya, Mendes PDTT Eko meminta agar desa-desa di seluruh Lampung bisa membuat berbagai inovasi-inovasi dalam memanfaatkan penggunaan dana desanya untuk peningkatan SDM dan menciptakan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan potensi desa masing-masing.

"Dengan hampir tercukupinya infrastruktur dasar di banyak desa-desa di Indonesia, maka prioritas penggunaan dana desa mulai diarahkan untuk lebih pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa. Hal ini diharapkan, masyarakat desa bisa lebih kreatif dan berinovasi dalam memanfaatkan potensi yang ada di desanya. Sehingga pertumbuhan ekonomi desa dan masyarakat desanya akan terus mengalami peningkatan," katanya.

Kemendes PDTT bersama dengan Bank Dunia telah melakukan pendampingan dalam program Bursa Inovasi Desa di 434 kabupaten di seluruh Indonesia. Saat ini terdapat sebanyak 30.000 inovasi desa yang telah dikumpulkan dalam bentuk dokumen tertulis maupun bentuk video yang bisa diikuti dan dikembangkan oleh masyarakat dari desa lain di Indonesia.

"Berbagai inovasi desa akan di-share agar bisa ditiru oleh desa-desa lainnya supaya desa-desa lainnya akan menjadi lebih berkembang dan maju," katanya.

Lebih lanjut, Menteri Eko menyampaikan terkait pelaksanaan program dana desa yang saat ini berjalan cukup baik meskipun sempat mengalami tantangan dan masalah pada awal-awal mulai dikucurkannya dana desa pada 2015. Adapun permasalahan tersebut terjadi di antaranya karena pada awalnya kepala desa dan perangkat desa belum mempunyai pengalaman mengelola keuangan negara dan desa belum mempunyai perangkat yang lengkap untuk mengelola keuangan negara serta kondisi geografis dan infrastruktur dasar di banyak desa yang menyulitkan.

"Sehingga di tahun pertama, dari Rp 20,67 Triliun yang dialokasikan hanya 82% yang berhasil diserap. Namun, dengan komitmen kuat dari seluruh perangkat desa, pemerintah provinsi, kabupaten, dan dukungan pendampingan yang terus ditingkatkan dan juga dukungan dari Kepolisian, Kejaksaan, BPKP dan BPK, maka dari tahun ke tahun tata kelolanya terus membaik. Hal ini bisa dilihat dari penyerapan Dana Desa yang juga terus membaik," katanya.

Bukan hanya penyerapan, ternyata dari dana desa yang digelontorkan hingga saat ini telah mampu menunjukkan hasil terbaiknya dengan telah terbangunnya sarana dan prasarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Antara telah terbangun 1.028.225 meter jembatan, jalan desa 158.619 kilometer, pasar desa sebanyak 7.421 unit, kegiatan BUMDesa sebanyak 35.145 unit, embung desa sebanyak 3.026 unit, sarana irigasi sebanyak 39.656 unit serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, dengan dana desa juga telah terbangun sarana-prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan 942.927 unit sarana air bersih, 178.034 unit MCK, 8.028 unit Polindes, 48.694 unit PAUD, 18.477 unit Posyandu, serta drainase 39.920.120 unit maupun sumur bor sebanyak 37.662 unit.

Menteri Eko menambahkan bahwa pembangunan dengan dana desa yang diiringi dengan program-program pemerintah dari berbagai Kementerian/Lembaga telah dapat mengurangi angka kemiskinan, angka stunting, dan angka pengangguran di perdesaan. "Dalam 4 tahun ini terjadi penurunan kemiskinan yang cukup baik dan pada satu tahun terakhir ini terjadi penurunan orang miskin di Indonesia sebanyak 1,82 juta orang. Dan yang mengembirakan, penurunan kemiskinan di desa lebih dari 1,29 juta jiwa. Dua kali lebih besar dari di kota yang hanya sebesar 580.000. Selain itu, terjadi penurunan stuntingdari 37% ke 30%," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Penyaluran BLT Dana...
Penyaluran BLT Dana Desa Ruwet...Ruwet...Ruwet...
Kejari Pandanglawas...
Kejari Pandanglawas Utara Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa
Penyaluran BLT untuk...
Penyaluran BLT untuk Masyarakat Miskin Desa Capai Rp2,9 Triliun
Rp41 Triliun Dana Desa...
Rp41 Triliun Dana Desa untuk Padat Karya, Ini Bentuk Kegiatannya
Dana Desa Efektif Bantu...
Dana Desa Efektif Bantu Penanggulangan Dampak Pandemi
Margarito Nilai Pembangunan...
Margarito Nilai Pembangunan Desa Tanpa Dana Desa Terancam Mandek
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
56 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved